Mohon tunggu...
Herlina Butar
Herlina Butar Mohon Tunggu... Administrasi - LKPPI Lintas Kajian Pemerhati Pembangunan Indonesia

Cuma orang yang suka menulis saja. Mau bagus kek, jelek kek tulisannya. Yang penting menulis. Di kritik juga boleh kok. Biar tahu kekurangan....

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ragam Reaksi Publik: Pembebasan Abubakar Ba'asyir

21 Januari 2019   04:51 Diperbarui: 21 Januari 2019   04:59 647
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Inilah presiden paling culun paling katrok, paling jujur, paling rajin kerja yg pernah aku lihat di NKRI sejak aku lahir", Tigor Kelana.

Tepat sehari sesudah Debat Capres, publik medsos kembali diramaikan dengan berita, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membebaskan Abu Bakar Ba'asyir (ABB), dengan alasan "kemanusiaan". Berita ini memancing reaksi publik beragam. Publik menduga, tindakan Jokowi membebaskan ABB bukan semata-mata alasan kemanusiaan, melainkan demi alasan electoral, untuk meraih simpati.

Banyak pendukung Jokowi yang kaget, marah dan merasa terlukai. Ada yang terang-terangan menyatakan tidak setuju. Ada yang kecewa, tapi tetap memilih Jokowi. Cukup banyak juga yang setuju dan percaya bahwa tindakan Jokowi untuk membebaskan ABB adalah sebuah tindakan yang memiliki maksud demi kepentingan negara dan bangsa.

Beragam reaksi publik yang menyatakan tidak setuju, sebagai berikut:

DS: "Kemanusiaan? Manusia harus berkeadilan. Kalau tidak mengakui warga negara, lalu ngapain berkemanusiaan dengan dia?;

JS: "Pembunuh harus dibunuh. Sebab pembunuh sudah menceburkan dirinya dalam hukum perang"

EY:  Tidak ada tempat kemanusiaan untuk teroris. Suara Jokowi mengempis dengan keputusan ini. Strategi Jokowi untuk membungkam kaum radikal, jihad melawan pemerintah. Ekstremis gini, kalo di penjara malah merasa dirinya makin benar.

MHB: "Menjilat musuh dan melukai hati pendukungnya.

Juliani Tobing: Kecewa, hukum harus tegas, tidak memandang bulu. Ada permintaan yang menolak dia (ABB) tandatangani. Anak-anak yang menjadi korban bom, mereka polos, tulus, tak ada dendam, masih bisa mengampuni. Tapi, terorisme harus ditindak tegas. Jika teroris dibelai-belai, tidak perlu lama, Indonesia akan porak-poranda karena paham yang dianutnya. Sengsara yang bakal kita nikmat.

AA: Saya sangat kecewa. Apalagi bicara kemanusiaan. ABB telah melecehkan kemanusiaan itu sendiri, tetap menolak Pancasila. Sikap pak jokowi membebaskan ABB adalah sikap yang tidak tegas dalam upaya penegakkan hukum, khususnya kejahatan atas nama agama.

MS: Masih manusiakah, mahluk yang sepanjang hidupnya menghasut agar orang lain melakukan terror bom? Tanyakan pada 202 korban bom Bali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun