Karir

Cita-Citaku Menjadi Guru Matematika

5 Agustus 2018   20:35 Diperbarui: 5 Agustus 2018   23:08 864 0 0

Assalamua'laikum.Wr.Wb.

Perkenalkan nama saya Lindri Yani,Seorang Pendidik disalah satu Sekolah Swasta di Bogor.Tempat tinggal saya jauh dari kota atau lebih tepatnya tinggal disebuah Desa.Profesi saya saat ini adalah Seorang Guru Honorer di Madrasah Ibtidaiyah.Sejak Tahun 2014.

Menjadi Seorang Guru adalah cita-cita saya sejak kecil.Entah kenapa saya tidak begitu paham saat masih kecil ditanya mengenai cita-cita,yang saya ucapkan pertama kali adalah "Guru".Namun,ketika menginjak usia kelas 3 Sekolah Dasar,barulah saya mengerti alasannya.Alasan mengapa saya ingin menjadi guru,diantaranya karena saya senang belajar,mengerjakan soal,terlebih pelajaran Matematika.

Karena rasa senang saya terhadap Pelajaran Matematika, maka disaat itulah saya ingin sekali menjadi Guru Matematika.Dalam hati,ingin sekali mengajarkan anak-anak pintar hitung menghitung.Karena didorong dengan keinginan dan beberapa prestasi yang saya dapatkan,akhirnya keinginan saya semakin kuat menjadi seorang Guru Matematika.Dan hal itu semakin besar saya rasakan ketika menginjak bangku sekolah Menengah Pertama.

Lulus Sekolah Dasar,saya lanjutkan sekolah ke SMP.Alhamdulillah,Di sekolah barupun, saya mendapatkan prestasi yang baik,mendapat guru-guru dan teman-teman yang baik pula.Pada Saat  menginjak kelas VIII,saya dipercaya seorang Guru Matematika untuk mengikuti Olimpiade Matematika ditingkat KKM Bogor.

Saya sangat Antusias dan rajin berlatih soal.Namun,keberuntungan belum berpihak kepada saya,Hanya peringkat 11 yang bisa saya dapatkan.Meskipun begitu ,saya tidak putus asa,tidak menyerah dan tetap bersyukur dengan yang saya dapatkan.Saya tetap menyukai pelajaran Matematika.Hingga tiba saatnya akan melanjutkan ke SMA,saya memilih masuk ke Madrasah Aliyah Negeri yang tidak jauh dari SMP saya saat itu.

Di SMA,Nilai Matematika saya tidak sebagus Di SMP.Namun,saya tetap menyukai Matematika,cita- cita saya masih sama,menjadi Guru Matematika.Hingga akhirnya saya Lulus SMA dan harus menentukan Universitas dan Jurusan yang saya pilih.Seleksi pertama yang  saya ikuti adalah SNMPTN,memilih Universitas dan Jurusan yang saya Idolakan.

Saat itu Seleksi masuk SNMPTN adalah melampirkan Nilai Raport.Saya sempat pesimis dengan nilai saya saat itu.Iya,nilai Matematika saya tidak seberapa atau bisa dibilang standar,namun saya tetap memilih Jurusan Matematika di salah satu Universitas Negeri yang ada di Jakarta.Hal nekat itu saya lakukan karena kecintaan saya terhadap Matematika.

Setelah dilaksanakannya SNMPTN,saya sangat cemas menunggu pengumuman hasil seleksi.Dan terpilihlah beberapa siswa yang dinyatakan lolos seleksi,tetapi tidak termasuk saya.Saya merasa sedih,karena tidak bisa masuk Universitas yang saya inginkan.Namun saya menyadari mungkin Allah punya jalan lain untuk saya dan saya tidak boleh menyerah.

Setelah dinyatakan tidak diterima seleksi SNMPTN,saya coba mencari tahu informasi untuk masuk Universitas Negeri lain dengan jalur beasiswa,namun sayang saya harus kembali mendapatkan kendala.Keinginan besar saya untuk melanjutkan kuliah di Universitas Negeri harus pupus,dikarenakan mendapat informasi bahwa tidak ada Universitas Negeri yang membuka kelas karyawan atau sekarang disebut kelas Ekstensi.Saya ingin sekali kuliah sambil kerja,dengan tujuan tidak ingin terlalu memberatkan beban orang tua dalam membiayai kuliah.

Ya,saya bukan berasal dari keluarga yang berada,namun keinginan saya untuk mendapat pendidikan yang tinggi sangatlah besar.Saya ingin merubah pemikiran orang-orang Desa,bahwa pendidikan yang tinggi bukanlah untuk orang-orang kaya saja,tetapi kita warga biasa juga berhak menjadi seorang yang bergelar Sarjana.Dan saya juga berkeinginan besar untuk merubah hidup keluarga agar lebih baik jika kelak saya menjadi orang yang berhasil.

Karena keinginan saya meringankan beban orang tua untuk masuk kuliah,maka saya putuskan untuk melanjutkan kuliah di tahun berikutnya.Saya berniat untuk mencari pekerjaan terlebih dahulu untuk mengumpulkan biaya,dan Alhamdulilah mendapat tawaran bekerja di Sebuah Madrasah Ibtidaiyah,sebagai guru Komputer.

Sempat saya menolak dan ragu-ragu,karena ilmu Teknologi saya tidak seberapa,lagipula cita-cita saya bukanlah menjadi Guru Komputer.Namun,seorang Guru terbaik saya memberikan nasehat kepada saya, beliau bilang" Terima saja tawaran mengajarnya,lama-lama kamu pasti bisa dan terbiasa menjalankannya".Saya mencoba memikirkan perkataan dari beliau ,dan atas izin orng tua pula akhirnya saya terima tawaran mengajar tersebut pada tahun 2014.

Satu tahun pun berlalu,saatnya saya melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda.Saya coba mencari tahu kembali melalui internet informasi universitas yang mengadakan kelas karyawan untuk Jurusan Matematika.Tercantumlah beberapa nama Universitas dengan Jurusan yang saya cari.Dengan beberapa pertimbangan,saya pilih Universitas IndraPrasta PGRI Jakarta.Alasan saya memilih Universitas tersebut adalah selain sesuai dengan apa yang saya inginkan,di UNINDRA biaya kuliah nya tidak begitu mahal namun Fasilitas kampus UNINDRA cukup memadai dan Akreditasinya pun cukup bagus dengan Nilai B.

Akhirnya keputusan  saya jatuh pada UNINDRA.Namun saya kembali mendapatkan kendala.Ya,orang tua saya tidak setuju dengan keputusan saya,dikarenakan kampus yang saya pilih sangatlah jauh dari jangkauan tempat saya tinggal.Mereka sangat khawatir dengan anak perempuannya jika harus menempuh perjalanan ke kampus sendirian dan sangat jauh.Saya coba memberikan pengertian yang baik kepada mereka .Akhirnya mereka memberikan Izin,Alhamdulillah.

Tes demi tes saya laksanakan untuk diterima di UNINDRA,dan ketika tiba saatnya pengumuman hasil tes,saya dinyatakan lulus dan langsung sujud syukur atas rasa bahagia dan rasa syukur saya Kepada Allah karena diterima di kampus tesebut.Dan jadilah saya seorang Mahasiswi  Ekstensi Pendidikan Matematika di UNINDRA,dengan modal Tekad dan Niat yang besar untuk menjadi seorang Sarjana Pendidikan,apapun saya lakukan.

Meski harus menempuh perjalanan yang panjang.Ya,hampir 3 jam dalam setiap Minggu saya tempuh perjalanan ke kampus,dengan 2 kali naik kereta dan 2 kali naik angkutan umum untuk sampai ke kampus tempat saya menuntut ilmu.Saya tidak akan menyerah, meski sering kali saya memang merasa ingin menyerah.Saya yakin,Kesulitan dan kesedihan yang saya lalui akan berbuah manis pada akhirnya.Ya,sekarang saya sudah menginjak semester 6,hanya hitungan satu tahun lagi saya akan Wisuda,saya tetap harus berjuang.Do'akan Saya Teman-teman.

Kini saya adalah seorang Guru Honorer sekaligus seorang Mahasiswi UNINDRA.Hari-hari saya lalui dengan mengajar anak-anak MI.Dan ketika hari sabtu tiba,saya harus kembali menuntut ilmu ke kampus tercinta.Saya coba selalu bersyukur kepada Allah atas segala yang telah diberikan-Nya.Upah Kerja saya sebagai Guru Honorer tidak seberapa,namun alhamdulillah bisa ikut membantu meringankan beban orang tua dalam membiayai kuliah.

Terkadang saya mengeluh dan ingin rasanya berhenti kuliah karena merasa lelah dengan pekerjaan yang menumpuk dan tugas kuliah yang harus segera diselesaikan.Namun saya segera tersadar,dan kembali bangkit.Saya harus selesaikan ini semua,saya yakin semua akan indah pada waktunya.Aamiin.

Percayalah teman-teman,tidak ada sesuatu yang tidak bisa kita lakukan jika kita ingin benar-benar mendapatkannya.Ikhtiar dan berd'oa sangatlah diperlukan.Tetap semangat,bangkit kembali ketika keadaan sudah sangat terpuruk.Jatuhkanlah keluhan kita pada Allah dalam Sujud.Bukan pada Manusia lain,yang kadang tidak mengerti dengan apa yang kita rasakan.Dan ketika apa yang kita dapatkan tidak seuai harapan,janganlah patah semangat,tetap berjuang pasti Allah punya rencana yang lebih baik,Insya Allah.Semoga Tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman pembaca.Aamiin.Dan terimakasih telah membaca hingga selesai .Salam Hangat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2