Media Pilihan

Persaingan Media Analog dengan Media Digital

13 Februari 2018   18:40 Diperbarui: 13 Februari 2018   19:24 447 0 0
Persaingan Media Analog dengan Media Digital
Media Analog vs Media Digital (Pic by pctechmag.com)


Dalam dunia media di Indonesia, kita mengenal ada dua hal yang familiar di telinga kita, yaitu: media analog dan media digital. Media analog merupakan media yang belum sepenuhnya mengalami kecanggihan teknologi ketika menyampaikan sebuah pesan. Sedangkan media digital adalah media yang sudah menggunakan kecanggihan teknologi tanpa menggunakan kemampuan manusia. Karena dalam media digital, semua sudah bekerja pada sistem kecanggihan komputer.

Perbedaan Media Analog dengan Media Digital

Perbedaan mendasar antara media analog dengan media digital adalah proses penyampaian pesannya. Pada media digital akan lebih cepat dalam menyampaikan pesan karena terdapat beberapa karakteristik yang tidak dimiliki oleh media analog. Contoh mendasar karakteristik tersebut adalah sebagai berikut (Analog versus Digital, Diffen):

1. Sinyal analog adalah sinyal yang mewakili pengukuran fisik. Sedangkan sinyal digital adalah sinyal waktu yang dihasilkan oleh modulasi digital.

2. Ombak analog ditandai dengan gelombang sinus. Sedangkan ombak digital ditandai dengan gelombang persegi.

3. Perwakilan analog menggunakan berbagai nilai yang terus menerus untuk mewakili informasi. Sedangkan perwakilan digital menggunakan nilai diskrit atau diskontinu untuk mewakili informasi.

4. Contoh analog adalah suara manusia di udara, perangkat elektronik analog. Sedangkan contoh digital adalah komputer, CD, DVD, dan perangkat elektronik digital lainnya.

5. Teknologi analog mencatat bentuk gelombang sebagaimana adanya. Sedangkan teknologi digital membentuk gelombang hingga manjadi kumpulan angka yang terbatas.

6. Fleksibilitas pada analog tidak fleksibel perangkat kerasnya dibandingkan dengan perangkat keras pada digital.

7. Analog hanya bisa digunakan pada perangkat analog, paling cocok untuk transmisi audio dan video. Sedangkan digital cocok untuk komputasi dan elektronik digital.

8. Aplikasi yang digunakan analog adalah thermometer. Sedangkan aplikasi yang digunakan digital adalah PC, PDA.

9. Analog disimpan dalam bentuk sinyal gelombang. Sedangkan digital disimpan dalam bentuk bit biner.

10. Instrumen analog menarik tenaga besar. Sedangkan instrument digital hanya menarik daya yang dapat diabaikan.

11. Biaya analog rendah dan mudah dibawa dibandingkan dengan digital.

Berdasarkan beberapa macam perbedaan tersebut, dapat terlihat bahwa media digital menjadi trend saat ini. Tidak hanya dalam bidang sosial, ekonomi, dan sebagainya. Tetapi juga dalam bidang jurnalistik.

Dengan adanya media digital, banyak orang-orang yang mulai menuliskan informasi apapun ke dalam media digital. Karena keunggulan dan proses yang lebih simple dibandingkan dengan media analog. Sama halnya dengan berbagai media konvensional seperti media cetak dan media penyiaran.

Semakin berkembangnya media digital membuat orang-orang bisa menjadi jurnalis atau yang lebih dikenal dengan citizen journalism. Berikut peran penting penulis (citizen journalism) pada media digital adalah sebagai berikut (Writing for Digital Media, Brian Carroll):

1. Komunikator pesan: kemampuan mereka untuk menuliskan informasi yang  menarik tetapi tetap pada kaidah penulisan.

2. Penyelenggara informasi: yang memilih informasi mana yang penting atau tidak penting untuk ditampilkan.

3. Interpreter: informasi yang disampaikan harus jelas dan berada pada medium yang benar (tidak memihak ke salah satu pihak).

Media Konvensional Goes To Media Digital

Berdasarkan pemahaman pada sub judul sebelumnya, dikatakan bahwa media konvensional yang berbasis analog mulai bertransmisi menuju media digital. Hal tersebut dikarenakan agar media-media tersebut tidak hilang ditelan oleh jaman. Salah satu media di Jogja yang perlahan berpindah menuju ke media digital adalah Kresna TV. Berikut hasil analisisnya:

Kresna TV merupakan salah satu TV analog di Jogja dengan mengangkat tema news magazine. Berdiri sejak tahun 2008, Kresna TV mempunyai segmentasi pasar yang berbeda. Dari awal sudah menyasar anak muda untuk target audiensnya.

Sebagai salah satu TV analog di Jogja, Kresna TV juga turut merasakan adanya perubahan yang mana hampir semua media berubah menjadi digital. Salah satunya adalah media penyiaran televisi yang memang mayoritas adalah TV analog. Wempi yang sudah cukup lama melalangbuana di media penyiaran mengatakan bahwa saat ini beberapa TV analog di Jogja sudah mulai berubah arah menjadi TV analog. Diantaranya adalah TVRI yang diback up oleh pemerintah, lalu ada juga BTV yang diback up oleh Kompas. TV lokal seperti Jogja TV, Adi TV, dan Kresna TV masih mengandalkan analog dan menunggu. Karena memang cukup susah TV lokal berubah dari analog menjadi digital. Terkendala masalah budgeting.

Wempi Arkana Gunarto, Managing Director Kresna TV
Wempi Arkana Gunarto, Managing Director Kresna TV

Namun saat ini Kresna TV sedang mempersiapkan perubahaannya dalam mengikuti perubahan yang ada. Karena tidak ingin kehilangan target pasarnya, Kresna TV juga berusaha untuk ikut dalam perubahan menjadi TV digital. Strategi yang dilakukan Kresna TV adalah dengan membuat TV online melalui channel youtube. Jadi Kresna TV akan lebih mengutamakan TV online, dan on air di TV analog hanyalah bonus. Itu merupakan salah satu cara Kresna TV agar dapat menjaga eksistensinya di dunia penyiaran yang sekarang hampir mayoritas berubah menjadi digital.

Wempi juga menambahkan bahwa untuk materi atau konten siaran juga otomatis berubah. Karena Kresna TV akan berubah menjadi live streaming. Tetapi tidak akan menghilangkan materi atau konten siaran dalam TV analog. Sarana prasana juga sudah disiapkan, namun sekarang masih dalam proses uji coba. Paling tidak selama sebulan sudah ada dua kali siaran sejak bulan Agustus.

Dalam perkembangannya, menurut Wempi nantinya TV analog akan ditinggalkan dan semua media khususnya media penyiaran akan beralih ke digital. Karena jika tidak begitu, semua media terlebih Kresna TV akan ketinggalan jaman. Bisa jadi lama kelamaan akan gulung tikar karena sudah tidak ada lagi audiensnya. Wempi memprediksi perkiraan semua media beralih ke digital adalah sekitar tahun 2020.

Perpindahan semua media ke digital juga dikarenakan trend teknologi yang cepat berkembang. Hal tersebut membuat orang akan mencari akses yang lebih mudah. Pastinya media yang sulit diakses cepat atau lambat akan ditinggalkan.