Mohon tunggu...
Langit Muda
Langit Muda Mohon Tunggu... Daerah Istimewa Yogyakarta

Terimakasih Kompasiana, memberi kesempatan membaca dan menulis.

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Mie-Time adalah Me-Time bagi Anak Kost

4 April 2021   08:46 Diperbarui: 4 April 2021   08:47 232 18 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mie-Time adalah Me-Time bagi Anak Kost
(dokpri)

Memasak mie instan di malam hari bukanlah pekerjaan yang menjadi sebuah beban, tetapi merupakan semacam katarsis untuk tetap menjaga kewarasan. Begitulah kira-kira arti memasak mie-instan bagi anak kost, sebagai sebuah refreshing setelah kepadatan aktivitas kampus.

Jadi untuk menghibur diri tak harus dengan dugem atau menghabiskan koin di timezone. Ya maklum mahasiswa kelas proletar, mana ada duit buat dugem, lha wong nonton film bioskop saja pilih di bioskop kampus yang murah meriah, penuh dengan suara gedoran meja kala film macet, yang sialnya atau untungnya, hal itu sering kejadian. Betapa besar jasa meja-meja tersebut menjadi katup pengaman bagi para jones yang butuh pelampiasan.

Memasak mie instan bisa melupakan sebentar kepenatan atau mungkin juga kejengkelan yang sempat ditemui pada hari itu. Mungkin saja kala pagi sudah mencoba bangun lebih awal dan berangkat pagi-pagi sekali, tetapi terpaksa telat juga, gara-gara angkot yang betah banget ngetem bagaikan menunggu datangnya hari kiamat, padahal dosen yang mengajar terkenal galak, begitu masuk kelas pintu langsung dikunci, tiada maaf bagi yang terlambat.

Mungkin juga ada yang paginya bangun dengan mata masih sangat mengantuk, karena semalaman mengerjakan tugas pendahuluan sebelum praktikum. Dinihari pun masih beredar di luar sambil menggotong-nggotong mesin tik, untuk berburu "master" yang mampu memberi jawaban. Sialnya, di ruang praktikum, tes pendahuluan masih dikerjain oleh asisten lab hingga hampir gagal praktikum. Di sejumlah jurusan, sosok asisten praktikum bisa lebih mengerikan ketimbang dosen.

Ada yang mungkin sudah berhari-hari mengerjakan tugas, tapi tetap saja kelewat deadline, sehingga pengumpulan tugas di TU sudah ditutup, dan mesti "beranjangsana" ke rumah asisten dosen untuk mengumpulkan tugas. Ke sana kemari mencari info di mana rumah/kost asisten tersebut, apalagi jaman dulu belum ada WA dan shareloc, sering nyasar.

Ada yang pagi-pagi bangun, kebingungan mencari tas tabungnya ada di mana. Padahal tersimpan harta berharga, kertas kalkir yang sudah dikerjakan berminggu-minggu. Jebul buat mainan kucing sampai nggelundung ke WC. Rupanya sang kucing mbludus sewaktu si pemilik kamar sedang ngudud di luar.

Bermacam 'drama' dan 'sinetron' lebur menjadi satu dalam adukan mie di dalam panci. Mengaduk mie dalam putaran-putaran meditatif bagaikan tarian sufi Jalaluddin Rumi. Sendok yang dipegang bagaikan perantara untuk mengembalikan lagi keseimbangan Yin & Yang. Gimana, paragraf ini sudah keren belum ... hihihi ....

Ada juga yang mungkin sudah berhari-hari harap-harap cemas menanti kiriman wesel, sementara tunggakan kost ditagih terus. Waktu itu mengirim uang belum semudah sekarang. Ada yang menjadikan alamat jurusan di kampus sebagai alamat wesel pos. Ada yang harus meminjam KTP Bapak Kost untuk mencairkan wesel di kantor pos. Mengaduk mie instan serasa membawa kita ke twilight zone.

Saat memutar sendok di panci itu serasa sudah menjadi Taichi Master dengan theme-song-nya terngiang-ngiang di telinga. Tapi jangan kelamaan larut dalam suasana tersebut, kita nggak bakalan jadi Jet Li, sementara mie nya bakalan gosong ....  Eh ngomong-ngomong pada mengaduk mie instant-nya searah jarum jam atau berlawanan arah?

Kalau orang membikin pizza ada toppping-nya, jangan lupakan topping saat membikin mie instan. Toppingnya bukanlah pepperoni, keju, sosis, atau jamur. Topping yang sangat personal dan customized. Bisa berupa abon sapi atau abon ayam yang dibawa dari kampung. Bisa berupa kering tempe atau kering kentang. Bisa berupa serundeng. Generasi milenial masih tahu kan yang namanya serundeng?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x