Mohon tunggu...
Lail lily
Lail lily Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis

Cita-cita pengen beli buku.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Strata Komunikasi di Jawa

15 Juli 2020   19:18 Diperbarui: 15 Juli 2020   19:13 537 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana Adalah Platform Blog. Konten Ini Menjadi Tanggung Jawab Bloger Dan Tidak Mewakili Pandangan Redaksi Kompas.
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Indonesia terkenal dengan keberagaman suku dan kebudayaannya. Dimana beberapa masyarakatnya masih mempertahankan tradisi dan kebudayaan para leluhur. Ditambah lagi, Indonesia memiliki 17.504 pulau besar dan kecil, dan kurang lebih 6.000 pulau yang tidak berpenghuni. Survey tersebut di lansir dari situs 'Wikipedia'. 

Salah satu pulau terbesar ialah Pulau Jawa. Meskipun hanya berada diurutan ke-5 untuk pulau terbesar di Indonesia, namun kurang lebih 60% penduduk Indonesia menempati pulau tersebut. Pulau dengan keberagaman budaya dan sejarahnya ini juga memiliki beberapa suku diantaranya Betawi, Sunda, Madura dan juga Jawa.

Suku Jawa termasuk sebagai suku terbesar di Indonesia. Dalam bahasa ngokonya 'Wong Jowo' dan krama 'Tiyang Jawi' ini tersebar luas di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Orang Jawa pula yang mendiami seluruh bagian di Indonesia.

Orang Jawa mengutamakan keseimbangan, keselarasan, dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka juga menjunjung tinggi kesopanan, baik itu tutur kata maupun perbuatan. Orang Jawa menggunakan bahasa jawa sebagai alat berkomunikasi kesehariannya.

Bahasa Jawa memiliki aturan tersendiri pada pemilihan kosakata dalam berbicara. Dengan melihat hubungan pada siapa kita berbicara, dan bagaimana intonasi yang harus di keluarkan dengan benar. Hal tersebut biasa dikenal dengan sebutan unggah-ungguh. 

Orang jawa dalam aspek kebahasaannya dipengaruhi aspek sosial yang cukup kuat, sehingga mereka sangat sadar akan status sosial di masyarakat. Tidak hanya itu saja, aspek kebudayaan juga menjadi aspek terpenting bagi Orang Jawa dalm berbahasa atau ber-unggah-ungguh.

Orang Jawa dalam bertutur kata memiliki tiga tingkatan yaitu Ngoko, Madya, dan Krama. Bahasa Ngoko merupakan bahasa yang umum dipakai di masyarakat, namun dihindari disaat berbicara dengan orang yang dihormati atau yang lebih tua. 

Bahasa jawa ngoko biasa digunakan pada orang yang sudah dianggap akrab atau oleh mereka yang merasa diri mereka memiliki tingkat sosial lebih tinggi dari lawan bicaranya. Ciri katanya bisa diawali 'di-' dan diakhiri '-e,-ake'. Ngoko memiliki dua variasi yaitu Ngoko Lugu dan Ngoko Alus (Sasangka 2004:95).

Lalu Madya, bahasa ini merupakan campuran antara Ngoko dan Krama terkadang dipengaruhi bahasa Indonesia juga. Dengan begitu, bahasa ini dapat dipahami dan dimengerti dengan mudah. Yang terakhir ialah Bahasa Jawa Krama. Digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua atau memiliki tingkatan sosial yang lebih tinggi. 

Ciri katanya menggunakan awalan 'dipun-' dan diakhiri '-ipun,-aken', meskipun tidak semua menggunakan cirri kata tersebut tapi cirri kata tersebut juga sering digunakan. Krama memiliki tiga bentuk variasi yaitu Krama Lugu, Krama Andhap, dan Krama Alus (Sasangka 2004:104).

Itulah jenis dari bahasa jawa yang biasa digunakan oleh Orang Jawa. Diantara Ngoko, Madya dan Krama, bahasa yang sering digunakan untuk berkomunikasi adalah Ngoko. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan