Mohon tunggu...
Iwan Kurniawan
Iwan Kurniawan Mohon Tunggu... inspr

hanya berkarya

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Memanfaatkan Pertemuan IMF World Bank untuk Memperkuat Perekonomian Indonesia

30 Agustus 2018   14:20 Diperbarui: 30 Agustus 2018   19:27 720 0 0 Mohon Tunggu...
Memanfaatkan Pertemuan IMF World Bank untuk Memperkuat Perekonomian Indonesia
Dok. IMF World Bank

Pada awal kuartal ke-4 khususnya pada tanggal 9-14 Oktober 2018 mendatang akan diadakan International Monetary Fund World Bank (IMF World Bank) yang bertempat di Indonesia khususnya di Nusa Dua, Bali. IMF World Bank awalnya didirikan pada saat konfrensi PBB di Bretton Woods, New Hampshire Amerika Serikat yang bertujuan mempererat kerja sama di bidang perdagangan Internasional dan menjaga kestabilan keuangan dunia. 

Diharapkan dengan terbentuknya organisasi IMF World Bank dapat memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan laju perekonomian suatu negara, sehingga pertemuan IMF World Bank adalah momentum yang sangat penting bagi Indonesia dan merupakan sebuah kebanggaan bisa menjadi tuan rumah dari pertemuan yang akan diadakan di Bali pada Oktober mendatang. Seluruh delegasi dan media pers dari seluruh dunia yang berjumlah 189 negara akan berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri acara tersebut.

Pertemuan IMF World Bank yang akan diadakan bulan Oktober mendatang tersebut sangatlah penting dan berdampak positif bagi Indonesia selaku tuan rumah dari IMF World Bank 2018. Diharapkan pemerintah gencar mempromosikan keindahan alam, keanekaragaman suku bangsa dan budaya yang ada di Indonesia serta kemajuan di bidang ekomoni yang telah di capai oleh Indonesia, sehingga kedepannya setelah diadakannya IMF World Bank tersebut banyak investor dari berbagai negara yang tertarik berinvestasi di Indonesia.

Selain akan meningkatkan jumlah investasi di Indonesia diharapkan juga kedepannya akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke indonesia. Kenapa pariwisata sangat penting bagi Indonesia? karena peningkatan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia akan meningkatkan devisa negara Indonesia. 

Dikutip dari salah satu artikel online yang di tulis oleh Ardan Adhi Candra dan Danu Damarjati pada tahun 2016, sektor pariwisata berada diposisi kedua penyumbang devisa terbesar yakni sebesar US$ 13, 568 miliar, kemudian dikutip kembali dari salah media online yang ditulis oleh Eduardo Simorangkir pada tahun 2018, sektor pariwisata kembali menyumbangkan devisa sebesar US$ 20 miliar yang mengalami peningkatan dari tahun 2017 yakni sebesar  US$ 16,8 miliar. 

Dari angka tersebut diketahui selalu meningkat setiap tahunnya selama tiga tahun berturut - turut dan diharapkan pada tahun 2019 mendatang akan terus mengalami peningkatan yang lebih besar lagi.

Diharapkan dengan adanya peningkatan devisa melalui kunjungan wisatawan yang datang ke Indonesia akan menambah pendapatan masing-masing sektor pariwisata yang secara otomatis juga akan meningkatkan pendapatan perkapita dan mampu memperluas lapangan pekerjaan yang nantinya diharapkan akan mengurangi jumlah angka pengangguran di Indonesia. Selain itu, diharapkan pula akan meningkatkan daya saing antar pelaku ekonomi terutama di sektor pariwisata untuk semakin kreatif agar mampu bersaing.

Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia hendaknya harus mempersiapkan diri dengan mengasah kemampuan agar dapat bersaing entah sebagai pekerja ataupun pelaku bisnis terutama memperkaya diri melalui pembelajaran bahasa asing yang semakin mudah untuk dipelajari. Bahasa merupakan sebuah modal besar bagi kita semua untuk memehami dan mengetahui lebih dini peluang - peluang yang ada.

Namun yang menjadi pertanyaan besar jika investor datang ke Indonesia akankah mereka memperkerjakan warga negara asing untuk bekerja di Indonesia? Jika iya tentu bukannya menambah lapangan pekerjaan melainkan akan mempercepat laju pengangguran. 

Akan tetapi  pemerintah sudah sudah memikirkan hal tersebut dari jauh-jauh hari sebelumnya yaitu salah satunya melalui Undang - Undang Republik Indonesia nomor 25 tahun 2007 pada pasal 10 tentang ketenagakerjaan yang menyebutkan bahwa ;

  • Perusahaan penanam modal dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja harus mengutamakan kebutuhan tenaga kerja harus mengutamakan tenaga kerja warga Negara Indonesia.
  • Perusahaan penanaman modal berhak menggunakan tenaga ahli warga negara asing untuk jabatan dan keahlian tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan.
  • Perusahaan penanaman modal wajib meningkatkan kompetensi tegara kerja Negara Indonesia melalui pelatihan kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan.
  • Perusahaan penanam modal yang memperkerjakan tenaga kerja asing diwajibkan menyelenggarakan pelatihan dan melakukan alih teknologi kepada tenaga kerja warga Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang - undangan.

Melalui Undang - Undang RI nomor 25 tahun 2007 merupakan salah satu dukungan kepada warga Negara  Indonesia dalam mewujudkan amanat dari pancasila pada sila ke-5 tentang keadilan sosial.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN