Mohon tunggu...
Kurnia Habibah
Kurnia Habibah Mohon Tunggu... Guru - Guru/PNS/SDN 1 Talesan

Hobi traveling

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Pohon Literasi (POLISI) untuk Meningkatkan Gaya Hidup Membaca pada Siswa

30 September 2022   08:00 Diperbarui: 1 Oktober 2022   09:50 302 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menempelkan judul bacaan yang telah dibaca pada pohon literasi (Dokpri)

Karakter gemar membaca perlu ditanamkan siswa sejak sekolah dasar. Rendahnya karakter gemar membaca dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada dunia pendidikan mulai dari siswa pada jenjang sekolah dasar dan tahap selanjunya. Di tingkat kelas rendah sekolah dasar, permasalahan yang muncul adalah kesulitan dalam membaca sehingga hal ini dapat menghambat dalam proses belajar mengajar. Di tingkat kelas tinggi sekolah dasar, permasalahan yang muncul adalah rendahnya kemampuan dalam memahami isi bacaan. Pada umumnya siswa kelas tinggi pada jenjang sekolah dasar sudah lancar dalam membaca namun kemampuan dalam menguasai isi bacaan masih rendah.

Berbagai permasalahan terkait membaca seperti rendahnya minat baca, kemampuan serta pemahaman bacaan dapat diatasi dengan menanamkan karakter gemar membaca sejak dini. Lebih dari sekedar mampu membaca, karakter gemar membaca dapat dikatakan sebagai jembatan untuk menghantarkan generasi bangsa menuju kesuksesan.

Di era revolusi 4.0 yang juga merupakan era digital ini membuat siswa semakin bersikap tidak peduli pada buku bacaan. Siswa masih menggunakan waktu untuk permainan di aplikasi, nasehat dan imbauan dari kepala sekolah dan guru tidak diindahkan oleh siswa. Siswa belum mengerti pentingnya gaya hidup membaca pengetahuan dan hal-hal baru. Semua itu terdapat dalam aplikasi permainan.

Membaca adalah jendela dunia yang dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan bahkan karakter siswa. Kegiatan membaca menjadi salah satu program penting yang perlu digalakkan sebagai bekal mewujudkan negara dan bangsa yang memiliki ilmu pengetahuan serta taraf hidup yang tinggi. Membaca sebagai kegiatan yang sederhana dapat menjadi sarana untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia.

Penjaringan Ide

Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menanamkan karakter peduli lingkungan kepada siswa sejak dini. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan seperti melalui pembelajaran, sosialisasi dan sebagainya. Sehingga peran guru sebagai pendidik sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah ini dari akar terkecilnya, yaitu siswa.

Pemilihan Ide

Pembiasaan Pohon Literasi (POLISI) mampu menjadi solusi dari permasalahan tersebut untuk mengimplementasikan gaya hidup yang inovatif. Pembiasaan Pohon Literasi (POLISI) dipilih sebagai ide inovasi karena memiliki langkah-langkah pembiasaan yang inovatif dan menerapkan pendidikan karakter gaya hidup membaca. Pembiasaan Pohon Literasi (POLISI) mengkaji permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat, contohnya tidak peduli dengan buku bacaan. Dengan adanya inovasi ini, siswa diajak untuk menerapkan pendidikan karakter gaya hidup membaca sehingga menambah wawasan serta melatih motorik dan menambah kekayaan kosakata dalam kemampuan linguistik.

Manfaat Inovasi

Realisasi inovasi memiliki manfaat bagi berbagai pihak, yaitu bagi siswa dapat meningkatkan rasa kepedulian terhadap gaya hidup membaca melalui pembiasaan Pohon Literasi (POLISI). Bagi guru, yakni sebagai bahan masukan dan alternatif mengenai cara menumbuhkan gaya hidup membaca dengan menggunakan pembiasaan Pohon Literasi (POLISI) dan dapat menerapkannya pada pembelajaran di kelas. Bagi sekolah, dapat memberi sumbangan dalam rangka peningkatan penguatan pendidikan karakter peduli lingkungan di SD Negeri 1 Talesan.

Dampak Inovasi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan