Mohon tunggu...
Krisnayana Berlian
Krisnayana Berlian Mohon Tunggu... Mahasiswa S1 Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Jember Angkatan 2019

191910501026

Selanjutnya

Tutup

Wisata Pilihan

Kampung Cokelat, Wisata Edukasi Andalan Blitar

29 Oktober 2019   07:20 Diperbarui: 29 Oktober 2019   07:28 188 5 7 Mohon Tunggu...

Setelah penat atas kegiatan dalam seminggu tentu refreshing akhir pekan adalah pilihan terbaik untuk menyegarkan pikiran. Otak, fisik, dan hati yang kerja rodi juga perlu istirahat dan perlu penyegaran. Pikiran kita juga perlu diisi dengan hal yang menyenangkan, ke tempat pariwisata misalnya.

Di era modern ini tentu sektor pariwisata sudah banyak berkembang. Kita tidak perlu bingung dan repot-repot mencari tempat wisata untuk dikunjungi. Sekarang,  setiap daerah telah memaksimalkan potensinya untuk menarik para pengunjung agar datang ke daerahnya. Tentu tempat pariwisata adalah objek yang sangat strategis untuk dikembangkan.  Tempat wisata sendiri bisa berupa wisata edukasi, wisata sejarah, wisata alam, dan lain-lain.

Tempat wisata bukan hanya berasal dari kota-kota besar, kota kecilpun jika dapat menemukan potensinya tentu dapat menjadi kota pariwsata yang strategis. Blitar contohnya, kota kecil yang terkenal sebagai kota tempat mendiangnya Bapak Proklamasi kita, Soekarno. Mungkin sampai sekarang jika mendengar kata "Blitar" pikiran orang-orang masih akan menjurus ke "Soekarno" padahaldi Blitar sendiri telah banyak sector pariwisata yang berkembang. Entah di bagian Kota maupun Kabupatennya.

Salah satu sektor pariwisata yang akan dibahas dalam artikel ini adalah wisata edukasi Kampung Coklat. Kampung Coklat adalah suatu tempat pariwisata yang bergerak di bidang budidaya dan pengembangan hasil produksi coklat yang dikelola oleh warga setepat. Kampung Coklat sendiri terletak di desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sejarah awal berdirinya Kampung Coklat adalah saat peternakan ayam petelur milik Bapak Kholid Mustofa yang merupakan mimpina Kampung Coklat mengalami keugian besar akibar terjangkit virus Flu Burung di tahun 2004. Pada saat itu, keluarga beliau sudah memiliki kebun seluas 750 m2 yang sudah ditanami Kakao sejak tahun 2000. Kebun tersebut adalah cikal bakal Kampung Coklat yang berkembang saat ini.

Hasil panen Kakao pertama dijual seharga Rp 9.000,00. Harga tersebut akhrinya menjadi motivasi beliau. Beliau berpikir, "Yang tidak dirawat saja bisa laku segitu apalagi jika dirawat." Akhirnya beliau memutuskan untuk mendalami budidaya kakao dengan magang di PTPN XII BLitar dan Puslit Kota Jember.

Setelah mengikuti magang, beliau mengajak beberapa rekan untuk membentuk Gapoktan Guyub Sentoso pada 1 Januari 2005. Gapoktan Guyub Santoro melakukan pengembangan dengan memulai memproduksi olahan coklat sejak tahun 2013. Hasil produksi dengan merk GuSant merupakan pduk unggulan Guyub Santoso.

Kampung Coklat bukan hanya wisata yang berisi pohon-pohon cokelat. Terdapat banyak fasilitas yang ditawarkan olehnya. Di Kampung Coklat kita dapat meyaksikan seluruh proses penanaman hingga produksi cokelat. Bukan hanya meyaksikan, para pengunjung dapat ikut serta dalam pembuatan kudapan yang menjadi favorit semua orang ini.

Pengunjung dapat ikut secara langsung dalam pemilihan bibit yang baik, penanaman pohon kakao, panen, sampai produksi kakao menjadi bahan olahan cokelat yang sering kita konsumsi. Selain hamparan pohon kakao, Kampung Coklat memiliki fasilitas lengkap untuk ditawarkan. Lalu apa saja fasilitas yang ada di Kampung Coklat?

Saat kita pertama masuk, di lorong menuju tiket dipenuhi olah gambar yang berisi cerita awal mula Cokelat masuk ke Indonesia serja seraha berdirinya Kampung Coklat itu sendiri. Lalu ada loket tempat kita membeli tiket masuk ke Kampung Coklat.

Harga tiket masuk tempat pariwisata ini sangat terjangkau, untuk menikmati segala fasilitas yang ada, pengunjung hanya dikenakan kocek sebesar Rp 5.000,00 saja per orang. Jika datang berombongan, pengunjung juga akan diberi diskon yaitu Rp 25.000,00 untuk 50 orang. Harga yang sangat terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN