Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Viral Pilihan

Seni Menjemur Pakaian, Belajar dari Kegagalan Tiongkok, hingga Donat Tanpa Lubang

2 Juni 2021   04:21 Diperbarui: 4 Juni 2021   14:08 1575 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seni Menjemur Pakaian, Belajar dari Kegagalan Tiongkok, hingga Donat Tanpa Lubang
Diolah Kompasiana dari Shutterstock via KOMPAS.com

Seni Menjemur Pakaian, Belajar dari Kegagalan Tiongkok, hingga Donat Tanpa Lubang

Pembahasan mengenai seni menjemur pakaian menjadi salah satu konten yang menarik perhatian pembaca.

Konten tersebut mengumbar sejuta makan dari sebuah aktivitas menjemur pakaian.

Lain dari itu ada juga mengenai kegagalan kebijakan Tiongkok terkait one child one family hingga resep camilan donat tanpa lubang.

Berikut konten-konten menarik dan populer di Kompasiana:

Estetika "Seni Menjemur Baju" dan Manfaatnya yang Tak Terduga

Ilustrasi menjemur pakaian.| Sumber: UNSPLASH/SKITTERPHOTO via Kompas.com
Ilustrasi menjemur pakaian.| Sumber: UNSPLASH/SKITTERPHOTO via Kompas.com
Seni sekaligus strategi membolak-balik pakaian ini memang sedikit merepotkan. Tapi ini akan sangat bermanfaat bagi yang mempunyai lokasi penjemuran langsung dibawah terik matahari.

Menjemur pakaian dengan cara membalik baju atau menempatkan bagian dalam baju pada sisi luar saat penjemuran memang sangat bermanfaat untuk menghindari kubas alias pudarnya warna baju. (Baca selengkapnya)

Permakultur: Taman Nyaman, Dapur pun Aman

Paduan serasi taman dan pekarangan (Dokumentasi pribadi)
Paduan serasi taman dan pekarangan (Dokumentasi pribadi)
Kompasianer Felix Tani hendak mengajak pembaca untuk menyulap taman rumah menjadi taman-pekarangan yang nyaman sekaligus pengaman dapur. Dimulai dengan penjelasan tentang model dasarnya, yaitu pekarangan rumah orang Jawa desa.

Bagi orang Jawa di pedesaan, pekarangan itu merupakan katup pengaman dapur dalam dua pengertian. (Baca selengkapnya)

Belajar dari Kegagalan Kebijakan One Child One Family Tiongkok

Tiongkok mengalami laju pertumbuhan yang paling lambat sejak tahun 1950 lalu. | Sumber foto: EPA via BBC.com
Tiongkok mengalami laju pertumbuhan yang paling lambat sejak tahun 1950 lalu. | Sumber foto: EPA via BBC.com
Ada perubahan kebijakan yang sangat drastis yang diambil oleh Tiongkok dalam pembatasan jumlah anak yang diperolehkan untuk setiap keluarga.

Tidak tanggung-tanggung, kebijakan one child one family yang pernah diterapkan secara ketat selama 40 tahun di Tiongkok untuk mengendalikan populasinya kini dikendurkan menjadi 3 anak untuk setiap keluarga. (Baca selengkapnya)

Kai Havertz dan Pelajaran Move On dari Nyinyiran di "Tempat Kerja"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN