Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Suku Baduy Menolak Obyek Wisata hingga Mengintip "Tiyang Jawi" di Belanda

8 Juli 2020   04:17 Diperbarui: 8 Juli 2020   04:19 828 19 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Suku Baduy Menolak Obyek Wisata hingga Mengintip "Tiyang Jawi" di Belanda
Suku baduy, di Desa Kenekes, Banten (KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH)

Permintaan Suku Baduy untuk tidak masuk ke dalam desitinasi Wisata di Indonesia cukup mengejutkan. Permintaan itu secara resmi dilayangkan kepada Presiden Jokowi.

Artikel yang membahas permintaan Suku Baduy ini menjadi salah satu artikel terpopuler di Kompasiana, Selasa (07/07/2020).

Selain itu ada juga kisah Kompasianer Tommy Patrio Sorongan yang menceritakan bagaimana corak kebudayaan Jawa yang cukup banyak mewarnai Kota Groningen di Belanda.

Berikut artikel terpopuler di Kompasiana yang sudah dirangkum:

Suku Baduy Ingin Dicoret dari Tujuan Wisata, Ada Apa Gerangan?

Suku baduy, di Desa Kenekes, Banten (KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH)
Suku baduy, di Desa Kenekes, Banten (KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH)
Di tengah upaya normalisasi kehidupan termasuk kegiatan pariwisata setelah lama berhenti akibat pandemi, sebuah kabar sebaliknya justru muncul dari tanah Baduy.

Masyarakat suku Baduy mengirim surat kepada Presiden Jokowi untuk mengajukan permohonan agar kawasan adat Baduy dihapuskan dari destinasi wisata nasional

Kabar ini memunculkan sebuah pertanyaan, ada apa gerangan hingga masyarakat suku Baduy keberatan wilayahnya menjadi tujuan wisata? (Baca selengkapnya)

5 Profesi Aktual yang Bisa Kamu Geluti di Era New Normal

Ilustrasi gambar Via Csusm.Edu
Ilustrasi gambar Via Csusm.Edu
Dengan semakin trendingnya gelaran Webinar dan Virtual Event di masa pandemi Corona, ternyata juga membuat beberapa profesi yang terlibat di dalamnya jadi turut naik daun.

Nah, ini ada 5 profesi aktual yang bisa kamu geluti di era new normal. Apa saja? (Baca selengkapnya)

Belajar Strategi Marketing dari Boyband Fenomenal BTS

Grammyaward 2019. | serbakorea.com
Grammyaward 2019. | serbakorea.com
Boyband yang baru saja menyambet gelar sebagai penyanyi dengan bayaran termahal di dunia nomor 14 versi forbes ini, memiliki history yang sangat menyedihkan.

Namun Bighit Entertainment selaku agensi BTS dinilai mampu membuat strategi yang cukup bagus sehingga membuat BTS sukses di pasar music dunia.

Kira-kira apa rahasianya? (Baca selengkapnya)

Geliat Dunia E-Sport Mobile Legends: RRQ Banggakan Indonesia

Ilustrasi main mobile legends | Sumber kompas.com
Ilustrasi main mobile legends | Sumber kompas.com
Dengan menggeliatnya olahraga bidang esport ini telah membuka realita baru bahwa game online bukan hanya sekedar hiburan disela berbagai aktivitas kesibukan, melainkan game telah menjadi profesi baru, wadah berkarya anak muda, bahkan sebagai ladang bisnis dengan keuntungan yang menjanjikan.

Menjadi atlet gamer profesional yang tampil diberbagai ajang perlombaan dengan hadiah yang menggiurkan ini menjadi motivasi anak muda bahwa dari hal yang digemari seperti bermain game online bisa menghasilkan banyak keuntungan.

Bahkan, para atlet gamer profesional dalam negeri turut mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. (Baca selengkapnya)

Kehidupan "Tiyang Jawi" di Groningen, Belanda

Dokumentasi Kompasianer Tommy Patrio
Dokumentasi Kompasianer Tommy Patrio
Groningen ini adalah kota yang memiliki banyak keunikan. Kota yang berikon Martini Tower dan RUG Academiegebouw ini sangat dikenal di seantero Eropa sebagai kota pelajar. Groningen juga dikenal memiliki dialek lokal yang khas membuatnya berbeda dengan kota-kota lain di Belanda.

Di balik keunikan itu, terdapat satu hal lagi yang sangat menarik, yaitu banyaknya komunitas Jawa Suriname di kota ini.

Salah satu corak Jawa di kota ini yang sangat kentera adalah banyaknya restoran Jawa Suriname di setiap sudut kota. Selain itu, terdapat juga Masjid Jawa yang terletak di daerah Hoogezand, sekitar 20 menit dari pusat kota Groningen. (Baca selengkapnya)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x