Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

[Kumpulan Artikel Utama] Dari Legalisasi Ganja hingga Dinasti Keluarga di AC Milan

5 Februari 2020   17:12 Diperbarui: 6 Februari 2020   10:09 1854 2 0 Mohon Tunggu...
[Kumpulan Artikel Utama] Dari Legalisasi Ganja hingga Dinasti Keluarga di AC Milan
ilustrasi: lydiathomsonlaw.ca

Meski sekadar wacana, ternyata pernyataan Anggota Komisi VI DPR Fraksi PKS Rafli Kande saat rapat kerja antara Komisi VI DPR dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mendapat respon yang banyak dari Kompasianer maupun warganet.

Sebenarnya ini bukanlah hal baru, gerakan untuk melegalkan ganja untuk keperluan medis sebenarnya sudah dilakukan beberapa negara. Dan yang terpenting: permintaannya terus meningkat.

Akankah ada jalan terang akan pelegalan ganja ini? Selain itu masih ada Artikel Utama menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan:

1. Legalisasi Ganja, Meninjau Ulang Makna "Memabukkan"

ilustrasi daun ganja. (sumber: shutterstock via kompas.com)
ilustrasi daun ganja. (sumber: shutterstock via kompas.com)
Yang jadi banyak pertanyaan warganet tentang wacana legalisasi ganja adalah sebenarnya apa motif dari usulan legalisasi budi daya tanaman Narkotika Golongan I, yang resikonya masih sangat sulit diperkirakan? Sementara, ini memang ekonomi yang menjajikan ke depan. (Baca selengkapnya)

2. Dari Slab ke Bokar, Sejarah Singkat Karet di Jambi 

Karet kotor (Foto: Dokumentasi Marahalim Siagian)
Karet kotor (Foto: Dokumentasi Marahalim Siagian)
Pohon karet dilaporkan sudah mulai ditanam penduduk Jambi tahun 1904, namun bukan untuk tujuan budidaya seperti sekarang. Pada masanya itu pemerintah kolonial lebih mendorong pertanian cash crops (komoditi ekspor) antara lain: karet, kopra, tembakau, kopi, dan teh. Guna merangsang perluasan karet, pemerintah kolonial mengeluarkan kebijakan untuk menyewakan 'tanah liar'. (Baca selengkapnya)

3. Setelah Cesare dan Paolo, Kini Daniel Teruskan Dinasti Maldini di AC Milan 

Daniel Maldini melakoni laga debut bersama AC Milan pada pertandingan menghadapi Hellas Verona di Stadion San Siro, Minggu (2/2/2020). (sumber foto: AFP/GETTY IMAGES/MARCO LUZZANI via kompas.com)
Daniel Maldini melakoni laga debut bersama AC Milan pada pertandingan menghadapi Hellas Verona di Stadion San Siro, Minggu (2/2/2020). (sumber foto: AFP/GETTY IMAGES/MARCO LUZZANI via kompas.com)
Bukan hanya politik, dunia sepak bola juga memiliki dinasti yang serupa. Untuk yang tengah menjadi sorotan adalah dinasti keluarga Maldini di AC Milan: dari Cesare Maldini, Paolo Maldini, dan kini Daniel Maldini. Hanya saja, seberapa potensial ia mampu meneruskannya? (Baca selengkapnya)

4. Jika Usia Sudah 20+ Gini, Mendeklarasikan Cinta Gak Seenteng Dilan 

ilustrasi: pixabay.com
ilustrasi: pixabay.com
Gaya pacaran Dilan-Milea ini pun secara pribadi, mengingatkan gaya pacaran pada masanya. Dulu sama seperti mereka, mendeklarasikan cinta tuh enteng banget. Apa kamu merasakan hal serupa? (Baca selengkapnya)

5. Antara Batas Usia Anak dan Perlindungan Hukum Untuknya 

Ilustrasi hukum anak. (SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi hukum anak. (SHUTTERSTOCK)
Kita kerap kali bingung ketika mendengar berita tentang kekerasan atau prostitusi yang melibatkan anak-anak. Pada satu sisi, barangkali ia adalah korban; sedangkan sisi lainnya sekaligus pelaku. (Baca selengkapnya)

VIDEO PILIHAN