Kompasiana News
Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Sadar Diabetes Sedari Dini

14 November 2018   15:42 Diperbarui: 16 Januari 2019   18:07 2987 11 0
Sadar Diabetes Sedari Dini
Ilustrasi tes gula darah pada pasien diabetes.(Getty Images/iStockphoto)

Diabetes bukanlah penyakit sembarang. Penyakit ini juga bisa membunuh Si Penderita tanpa menyadarinya. Merujuk pada riset yang dilakukan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) dari Kementerian Kesehatan Indonesia pada 2013, sekitar 12 juta penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun mengalami diabetes tipe 2.

Yang jauh lebih besar bila melihar hasil penelitian dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2015, ada 415 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes.

Namun, seperti yang telah disinggung di awal, dari jumlah tersebut, baru 26 persen yang terdiagnosis di Indonesia. Sedangkan sisanya tidak.

Seorang pengidap diabetes biasanya baru menyadari ketika pertama kali melakukan pemeriksaan kesehatan. Padahal, semakin cepat disadari, maka semakin cepat pula mencegah komplikasi yang bisa terjadi di kemudian hari.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah, bisakah penyakit diabetes itu disembuhkan?

GoDok Indonesia menulis, diabetes merupakan penyakit menahun yang disebabkan gangguan metabolik di dalam tubuh. Lebih lanjut lagi, tubuh tidak dapat menggunakan produksi insulinnya secara efektif atau akibat pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin.

"Akibatnya, terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah," lanjutnya.

Sebenarnya ada banyak tipe-tipe diabetes, tetapi biasanya penderita mengalami tipe 1 dan tipe 2. Intinya, jika seseorang mengidap diabetes memiliki jumlah glukosa berlebih dalam darah.

Tina, misalnya, mengamati bagaimana keluarganya yang terkena diabetes. Ia sendiri awalnya menduga karena pola makan yang dikonsumsi. Tetapi pada kenyataannya tidak.

"Bude saya penderita diabetes, meskipun rajin minum obat dan makannya dijaga, gula darahnya masih cenderung tinggi. Konsumsi obat penurun kadar gula darah pun seolah-olah menjadi sebuah ketergantungan," ungkapnya.

Ada 9 gejala yang yang tampak dan bisa diketahui bahwa seseorang mengidap diabetes: berat badan turun drastis, mudah terjadi infeksi pada kulit, sering buang air kecil, gampang haus, mudah mengantuk, luka susah sembuh, badan terasa lemah, penglihatan sedikit kabur, dan mudah lapar.

Adinda Tiara Putri juga menuliskan, bahwa buah juga satu di antara faktor penyebab diabetes.

"Meski manis, bukan berarti semua buah tidak bisa dimakan oleh penderita diabetes. Apel, pir, jeruk, peach, dan persik adalah beberapa buah kaya akan serat dan rendah Indeks Glikemik (IG) yang bisa dikonsumsi," tulisnya.

***

Diabetes tipe 2, tulis Ronny Noor, sering disebut sebagai "silent killer". Menurutnya  di samping dampak dari diabetes itu sendiri,  penyakit ini juga terkait dengan kegagalan jantung, kebutaan, penyakit ginjal dan tidak jarang berakhir pada tindakan amputasi.

"Pengontrolan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 ini memang sangat diperlukan mengingat penyakit ini akan memicu timbulnya penyakit lainnya yang membahayakan bagi kesehatan," lanjutnya.

Selain itu, Ronny Noor juga menambahkan bisa melakukan diet 5:2 seperti yang telah ditemukan oleh para peneliti dari Manchester University. Diet ini berfungsi memperbaiki DNA dan fungsi otak.

Caranya juga cukup sederhana dan tidak menyiksa, diet 5:2 yang dimaksud adalah 5 hari mengonsumsi makan dengan normal dan 2 hari melakukan puasa hanya mengonsumsi 800 kalori.

Jadi, apakah diabetes tetap bisa disembuhkan? Tidak. Namun, dengan pengelolaan yang baik maka gula darah dapat dijaga tetap normal. Gula darah yang dijaga dalam batas normal membuat penyandang diabetes tidak berbeda sama sekali dengan orang sehat, serta menjauhkan dari risiko komplikasi.

Jadi, jaga pola makan dari sekarang dan cepat periksa supaya kamu mudah ditangani bila kadung terkena diabetes. Tetapi jika ada yang ingin berbagi tips mengatur pola makan untuk pengidap diabetes, silakan tambah label PolaMakanDiabet (tanpa spasi) pada setiap artikelmu.