Mohon tunggu...
Kompasiana
Kompasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Akun Resmi

Akun resmi untuk informasi, pengumuman, dan segala hal terkait Kompasiana. Email: kompasiana@kompasiana.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Mengapa Kasus Kekerasan Banyak Terjadi di Sekolah Asrama?

7 September 2022   17:57 Diperbarui: 8 September 2022   04:30 733 44 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi sekolah asrama. (Diolah kompasiana dari sumber: pixabay.com/photosforyou)

Kompasianer, apakah kamu pernah punya pengalaman menempuh pendidikan di sekolah berasrama? Bagaimana keseharianmu di sana? Menurutmu, adakah hal yang perlu dievaluasi oleh sekolah-sekolah berbasis asrama?

Sekolah-sekolah berbasis asrama belakangan menjadi sorotan publik. Sayangnya, yang disorot adalah kasus-kasus yang kurang mengenakkan; mulai dari kekerasan seksual hingga penganiayaan.

Terbaru, kabar mengejutkan datang dari Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Jawa Timur, usai seorang santri berinisial AM tewas karena penganiayaan. Pihak PMDG sendiri mengaku telah mengeluarkan para terduga pelaku yang terlibat dalam penganiayaan.

Ini bukanlah kali pertama kasus penganiayaan serta kekerasan terjadi di sekolah berasrama atau boarding school.

Sebelumnya kita mengetahui adanya kasus kekerasan fisik serta pelecehan yang dilakukan oleh pendiri sekolah Selamat Pagi Indonesia di Malang, Julianto Eka Putra. Serta kasus pelecehan seksual oleh Herry Wirawan ke belasan santrinya di Madani Boarding School Bandung.

Komisioner KPAI bahkan menyampaikan dari 18 kasus kekerasan seksual yang dilaporkan, 12 di antaranya terjadi di sekolah berasrama. Baik yang berkurikulum nasional maupun yang agama.

Kompasianer, rentetan kasus ini dapat menjadi preseden buruk bagi sekolah berasrama di Indonesia. Hal ini dapat membuat orangtua tidak mempercayai sekolah berasrama sebagai institusi pendidikan yang berkualitas. Padahal, sekolah berasrama masih memiliki banyak keunggulan.

Perlu ada evaluasi dan perbaikan terhadap pola pengawasan, pengajaran, dan pengelolaan di sekolah-sekolah berasrama. Di mana celah terjadinya kekerasan dan pelecehan? Bagaimana respons pemerintah (Kemendikbud maupun Kemenag) menyikapinya?

Kompasianer, ceritakan pengalamanmu bersekolah atau menyekolahkan anak di sekolah berasrama/boarding school yuk! Apa plus minusnya? Apa yang perlu dipertahankan dan diperbaiki?

Yuk, bagikan opini, gagasan, hingga pengalaman kamu di Kompasiana terkait sekolah berbasis asrama ini dengan menyematkan label Sekolah Asrama pada tiap konten yang kamu buat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan