Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Pasca-Kasus Pengeroyokan, TNI AD Perkuat Soliditas TNI-Polri

12 Juni 2018   06:47 Diperbarui: 12 Juni 2018   09:20 611 0 0
Pasca-Kasus Pengeroyokan, TNI AD Perkuat Soliditas TNI-Polri
Kompaknya TNI-Polri menari Maumere di Lapangan Yonif 305 Karawang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh menegaskan, pihaknya terus memperkuat soliditas TNI dan Polri dalam menyikapi dua insiden keributan yang menimbulkan korban dari TNI dan Polri.

Insiden pengeroyokan dan penusukan oleh oknum anggota Brimob menimbulkan dua korban anggota Kodam Jaya, Serda Darma Adi dan Serda Nikolas Kegomoi. Serda Darma meninggal akibat luka tusuk, sementara Serda Nikolas dirawat akibat luka-luka.

Di sisi lain, dua anggota polisi Sub Direktorat Pengendalian Massa, Polda Metro Jaya, mengalami luka akibat dikeroyok oleh oknum diduga anggota TNI di Cijantung, Jakarta Timur pada Sabtu (9/6/2018).

"Secara organisasi, TNI AD tetap solid dan senantiasa siap mengemban amanah rakyat Indonesia. Di antaranya bermitra dengan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menyambut Idul Fitri, Pilkada Serentak 2018 serta Asian Games 2018, dan rangkaian Pileg dan Pilpres 2019," ucap Denny dalam keterangan resminya, Senin (11/6/2018).

Baca juga: Dua Polisi Dikeroyok di Cijantung, Polri Minta Soliditas dengan TNI Tetap Dijaga

Kadispenad berharap insiden ini menjadi peristiwa terakhir kalinya. TNI AD meminta jajarannya untuk bersikap bijak dan tidak bertindak gegabah yang merugikan diri sendiri dan institusi TNI.

"Ke depan, soliditas dan sinergitas TNI-Polri harus direalisasikan sebagai bagian dari keluarga besar yang erat dan lekat, baik di tingkat pucuk pimpinan maupun anggota, karena sudah sekian lama rakyat Indonesia merindukannya," ujar Denny.

Denny berharap seluruh jajaran TNI-Polri dari tingkat pimpinan hingga pasukan harus berpikir jernih dan obyektif untuk menghindari berbagai risiko berkepanjangan atas insiden ini.

"Peristiwa ini merupakan momentum yang sangat berharga bagi TNI-Polri, kita harus menata sinergitas dan soliditas ini secara terstruktur bukan saja dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga dalam berinteraksi di luar tugas," kata Denny.

TNI AD, kata Denny, memercayakan penanganan kasus pengeroyokan dan penusukan ini kepada Polri. Denny optimistis Polri mampu menuntaskan kasus ini dengan baik.

"TNI AD tetap berkomitmen dan percaya akan integritas Polri yang promoter dalam penanganan kasus ini," ucap Denny.

Baca: TNI AD Percayakan Penanganan Kasus Penganiayaan Anggotanya ke Polri

Denny mengungkapkan, TNI AD turut berduka dan merasa kehilangan seperti yang dirasakan pihak keluarga korban.

Ia menegaskan, TNI AD menyerahkan semua permasalahan ini melalui jalur hukum. Denny meminta seluruh jajaran terkait peristiwa ini untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana. Hal itu demi menjaga kepercayaan dan ketenangan masyarakat terhadap TNI-Polri.

"Semua pihak harus senantiasa menciptakan suasana yang aman dan damai agar masyarakat juga merasa nyaman dan tenang," ucapnya.