Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Regional Pilihan

Jenderal Korsel: Kim Jong Un Dilindungi 1.000 Pilot Kamikaze

13 Januari 2018   20:13 Diperbarui: 13 Januari 2018   20:32 180 0 0
Jenderal Korsel: Kim Jong Un Dilindungi 1.000 Pilot Kamikaze
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.

Menyingkirkan Kim Jong Un dari tampuk kekuasaannya tidak akan semudah menyingkirkan pemimpin negara lain semisal Saddam Hussein di Irak.

Mantan wakil panglima AD Korea Selatan Letnan Jenderal Im Bum-chun mengatakan, Kim Jong Un tak hanya dilindungi rakyatnya yang telah "dicuci otak" tetapi juga ribuan personel pasukan berani mati.

Di antara prajurit berani mati itu, kata Bum-chun, terdapat 1.000 pilot jet tempur yang siap menjaalankan misi bunuh diri atau Kamikaze.

Selain itu, adanya aturan wajib militer membuat semua laki-laki di Korea Utara wajib bergabung dengan militer minimal 11 tahun dan perempuan setidaknya enam tahun.

Baca juga : Putin: Kim Jong Un Menang Ronde Pertama dari Trump

"Ini tak seperti menyingkirkan Saddam Hussein. Menyingkirkan Kim Jong Un jauh lebih sulit," kata Bum Chun dalam forum Policy Exchange di London, Inggris, seperti dikabarkan harian The Times.

Harian The Times menambahkan, Letjen Bum-Chun juga menyebutkan rakyat Korea Utara amat memuja keluarga Kim Jong Un.

Dia mengklaim, anak-anak Korea Utara berusia 14 tahun sudah mendapatkan latihan militer selama 100 jam setahun.

Pemerintah Korut juga melakukan hukuman kolektif terhadap seluruh keluarga jika salah satu anggota keluarga melakukan kesalahan.

Bahkan, kata Bum-Chun, anak-anak berusia 12 tahun sudah dilatih menjadi peretas sebagai persiapan perang siber.

Sang jenderal menambahkan, Korea Utara diduga kuat saat ini sudah memiliki 5.000 ton senjata kimia dan biologi serta 1.000 senjata artileri yang diarahkan hanya ke Seoul.

Kesulitan mengalahkan Korea Utara bertambah karena sebagian besar fasilitas militer negara itu dibanguin di bawah tanah.

Chun yang pensiun pada 2016 setelah 40 tahun berkarier di kemiliteran menambahkan, indoktrinasi di Korea Utara begitu dalam hingga ke benak para tentaranya sehingga mereka enggan membelot.

Baca juga : Selamat Ulang Tahun, Kim Jong Un!

Dia menceritakan insiden pada 1980-an ketika para pelaut Korea Utara berbaris untuk ditembak di belakang kepalanya setelah kapal selam mereka masuk ke wilayah Korea Selatan dan rusak.

Namun, satu orang pelaut Korea Utara yang ditangkap dalam kondisi hidup oleh Korea Selatan langsung menyerah setelah hanya ditahan selama satu hari.

"Sebab begitu mereka tahu selama ini dibodohi, denan cepat mereka akan berubah haluan," tambah Bum Chun.

Namun, lanjut Chun, jumlah warga Korea Utara yang melarikan diri dari negeri itu menurun sejak Kim Jong Un berkuasa pada 2011.

Penyebabnya, Kim Jong Un membangun tembok pembatas dengan China sehingga membuat warga yang hendak kabur semakin kesulitan.

Di sisi lain, tambah dia, bisa saja penuruan jumlah warga yang kabur ini disebabkan meningkatnya taraf hidup di Korea Utara.

Baca juga : Ada Apa dengan Penampilan Baru Kim Jong Un?

Pernyataan Letjen Bum Chun ini muncul setelah sejumlah ilmuwan lewat jurnal yang dimuat Bulletin of the Atomic Sciences menyebut Korea Utara memiliki cukup material untuk membangun 60 misil nuklir.

Bahkan, lanjut para ilmuwan itu, saat ini diyakini Korea Utara sudah memiliki 20 hulu ledak nuklir siap pakai.