Kompas.com
Kompas.com

Kompas.com merupakan situs berita Indonesia terlengkap menyajikan berita politik, ekonomi, tekno, otomotif dan bola secara berimbang, akurat dan terpercaya.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Peneliti Indonesia Buat Kartu Ucapan Tahun Baru Sekecil Virus Polio

31 Desember 2017   19:45 Diperbarui: 31 Desember 2017   19:51 155 0 0
Peneliti Indonesia Buat Kartu Ucapan Tahun Baru Sekecil Virus Polio
kartu ucapan tahun baru terkecil di dunia dibuat oleh peneliti Indonesia (31/12/2017).

KOMPAS.com - Setelah sebelumnya telah dibuat kartu Natal terkecil di dunia oleh National Physical Laboratory, Inggris, kini kartu ucapan tahun baru 2018 terkecil di dunia juga telah dibuat.

Kabar baiknya adalah, kartu ucapan tahun baru ini dibuat oleh para peneliti dari Indonesia.

Ukuran kartu ucapan tersebut hanya berukuran 25 mikrometer atau hanya sebesar virus polio. Virus polio sendiri merupakan virus dengan ukuran terkecil di dunia, jadi bisa dibayangkan sekecil apa ukuran kartu ucapan ini.

Kartu ucapan ini dibuat oleh para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian (Puslit) Fisika di Laboratorium Focused Ion Beam (FIB).

Baca juga: Inikah Kartu Natal Terkecil di Dunia?

 

Dalam pernyataan pers yang dikirimkan kepada Kompas.com, Minggu (31/12/2017), pembuatan kartu ucapan ini menggunakan metode proses ukiran (engraving) di atas material wafer silikon. Metode tersebut memanfaatkan energi yang dihasilkan dari tembakan iom galium yang difokuskan.

Alat untuk membuat kartu ucapan ini sendiri yaitu Dual-Beam FIB. Saat ini, alat tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia.

"Kami bertekad untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Ini adalah salah satu itikad kami para peneliti untuk mengenalkan teknologi terbaru yang Indonesia miliki kepada masyarakat luas," kata Dr Eni Sugiarti, peneliti dan pakar karakteristik nano material Puslit Fisika LIPI.

"Dengan adanya teknologi ini, diharapkan kualitas penelitian di Indonesia terus meningkat dan tidak kalah dengan negara-negara maju lainnya," ungkap Dr Rike Yudianti, kepala Puslit Fisika LIPI.