Mohon tunggu...
Rudy Gunawan
Rudy Gunawan Mohon Tunggu... Numerolog

Pemegang Rekor MURI sebagai NUMEROLOG PERTAMA di INDONESIA. Member of IPSA (Indonesian Professional Speakers Association). Enterpreneur, Speaker, Author, Numerologist.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Menguak Takdir, Menyimak Nasib, Sebuah Renungan Menyambut Tahun Baru

31 Desember 2020   06:58 Diperbarui: 31 Desember 2020   07:04 255 38 20 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menguak Takdir, Menyimak Nasib, Sebuah Renungan Menyambut Tahun Baru
Ilustrasi menguak takdir, menyimak nasib (sumber: bestfitonline.com)

Dalam berbagai tulisan mengenai Numerologi, penulis selalu menekankan perbedaan di antara takdir dan nasib. Dalam Numerologi, Takdir diwakili oleh Tanggal Lahir yang tidak bisa berubah. Sementara Nama yang bisa berubah melambangkan Nasib yang masih bisa berubah.

Perubahan Nasib ditandai dengan adanya usaha internal, seperti pola pikir, cara bersikap, serta usaha-usaha lainnya yang berhubungan dengan perubahan perilaku. Sementara faktor ekstenal biasanya datang dari nasehat, anjuran atau contoh yang diberikan oleh orang-orang di sekitar kita.

Akan tetapi, dalam kenyataannya tetap saja susah membedakan Takdir dan Nasib.

Bahkan menurut KBBI, Takdir adalah "Ketetapan Tuhan; Ketentuan Tuhan; Nasib." Sementara Nasib adalah "Sesuatu yang sudah ditentukan oleh Tuhan atas diri seseorang; nasib."

Dari sisi linguistik kedua kata ini bisa saja sama, tetapi kebijaksanaan sangat diperlukan di sini. Oleh sebab itulah, dari sisi Numerologi, kedua hal ini adalah hal berbeda.

"Manusia Berencana, Tuhan Menentukan."

Jelas bahwa apapun yang kita rencanakan dan implementasikan tetap akan ada dua kemungkinan hasil akhir, yaitu berhasil atau gagal. Jelas, kuasa Tuhan berlaku.

Kendati demikian, tidaklah elok menyerahkan diri pada keadaan. Duit tidak datang dari rebahan, jodoh bukan hadir dalam khayalan. Tuhan tidak akan bermurah hati pada yang malas-malasan.

Lantas bagaimana membedakan Takdir dan Nasib, begini sederhananya;

Sesuatu yang takbisa diubah, seperti siapa dirimu, terlahir di keluarga mana, siapa orang tuamu, anakmu dan jenis kelaminmu, maka itulah takdir.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x