Mohon tunggu...
Rudy Gunawan
Rudy Gunawan Mohon Tunggu... Numerolog

Pemegang Rekor MURI sebagai NUMEROLOG PERTAMA di INDONESIA. Member of IPSA (Indonesian Professional Speakers Association). Enterpreneur, Speaker, Author, Numerologist.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Waspadai Arwah Gentayangan di Bulan Hantu 2020 yang Dimulai pada Hari Ini!

19 Agustus 2020   06:17 Diperbarui: 19 Agustus 2020   06:16 2647 30 15 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Waspadai Arwah Gentayangan di Bulan Hantu 2020 yang Dimulai pada Hari Ini!
Ilustrasi Festival Hantu Kelaparan (sumber: squline.com)

Dalam penanggalan imlek, terdapat banyak hari-hari besar yang berasal dari tradisi Tiongkok Kuno. Selain imlek, ada Festival Chen Beng atau ziarah makam leluhur, Festival Musim Gugur yang ditandai dengan kue bulan, dan masih banyak lagi.

Namun diantara semuanya, ada sebuah festival yang paling menyeramkan, yang disebut sebagai Festival Hantu Kelaparan atau Festival Para Roh.

Apa sih makna festival ini dan bagaimana sejarahnya?

Masyarakat Tionghoa memercayai bahwa kematian membagi ruh menjadi dua bagian. Jiwa yang pertama melakukan perjalanan ke dunia leluhur, sementara jiwa yang satu masih berada di dunia manusia.

Hal inilah yang menjelaskan, mengapa setiap orang yang meninggal (yang disebut dengan leluhur) harus dikenang dalam bentuk plakat pada rumah dari keluarga yang ditinggalkan.

Gambar Plakat Leluhur (sumber: dhammamanggala.com)
Gambar Plakat Leluhur (sumber: dhammamanggala.com)
Plakat ini tidak saja berbentuk kenangan atau penghargaan, namun juga sebagai 'medium' bagi para leluhur yang sudah terlebih dulu meninggalkan kita.

Pada hari-hari perayaan tertentu, seringkali kita melihat keluarga Tionghoa mempersembahkan makanan dan minuman di hadapan altar. Semuanya memiliki makna agar arwah para leluhur tidak sampai kelaparan di alam sana.

Namun dalam situasi tertentu, jika para kerabat lupa untuk melakukan persembahan, atau sudah tidak lagi melakukan ritual karena alasan tertentu, maka konon jiwa dari mendiang akan keluar dari kubur sebagai hantu kelaparan.

Menurut legenda, Giam Lo Ong, Raja Neraka yang memahami situasi akan banyaknya pengabaian dari keluarga, kemudian menentukan sebuah waktu selama sebulan membebaskan seluruh hantu neraka untuk berlibur ke alam manusia dan memuaskan nafsu duniawi mereka.

Periode tersebut berada pada bulan ke-7 imlek, yang kemudian dikenal sebagai Bulan Hantu atau Festival Hantu Kelaparan. Bahasa Mandarinnya adalah Festival Zhongyuan.

Sejarah dan Legenda.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN