Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Kompasianer

Peminat Sosio-Humaniora, Sastra, Filsafat, dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

PKI, G30S, dan Kesaksian Agus Widjojo

1 Oktober 2020   17:36 Diperbarui: 1 Oktober 2020   22:32 514 4 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
PKI, G30S, dan Kesaksian Agus Widjojo
ilustrasi:edisi.co.id

Memang tidak dapat disangkal semua bentuk kerusuhan masyarakat Indonesia pra tahun 1965 sendiri banyak diakibatkan oleh pergulakan pandangan ideology partai politik.

Saya berpendapat mengapa partai politik sendiri dulu pra 1965 sangat dominan menggerakan masa di Indonesia untuk ikut berpolitik?

Sebab dijaman pasca kemerdekaan pada tahun 1945, "nasionalisme" begitu kuat. Masyarakat dulu pra 1965 berharap melalui partai politik mereka dapat hidup makmur melalui ide-ide partai politik pasca lepas dari belenggu penjajahan.

Maka tidak salah pemilu tahun 1955 ada banyak sekali partai politik yang mengikuti pemilu. Bukankah itu menandakan bahwa kekuatan politik saat itu mendominasi ide berpolitik masyarakat?

Untuk itu ada harapan besar masyarakat pada partai politik, yang pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945 memang mengandalkan ide politik untuk menarik simpati masyarakat.

Tentu saya kira dibanding dengan partai politik saat ini pasca reformasi misalnya, dimana partai politik tidak lebih hanya sebagai formalitas berpolitik.

Jarang sekali partai politik kini menyentuh pelatihan-pelatihan masyarakat yang membidangi komponen-komponen ormas apapun sebagai afiliasi partai politik.

Sebagai contoh PKI atau Partai Komunis Indonesia yang getol melakukan gerakan langsung ke masyarakat terjun ke berbagai daerah dalam gerak kerja partai politik menarik simpati masyarakat dengan ide politik.

Tidak heran jika partai komunis Indonesia atau PKI menjadi partai terbesar ketiga bukan di Negara komunis. Bukankah suatu lompatan yang mengkhawatirkan lawan politik pada masa itu di tahun 1955, dimana ditaksir anggota PKI sampai 3 juta orang?

Maka dari itu dulu sewaktu terjadi perang dingin antara blok timur dan blok barat. Dimana itu terjadi perang ideology kapitalis dan komunis.

Disanalah membuat pergerakan komunis diberbagai Negara non blok seperti Indonesia sangat ditekan untuk tidak tumbuh menjadi kekuatan baru blok komunis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x