Mohon tunggu...
Toto Priyono
Toto Priyono Mohon Tunggu... Kompasianer

Peminat Sosio-Humaniora, Sastra, Filsafat, dan Politik

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Nasib dan Masa Depan Agraria Pulau Jawa

23 November 2019   12:08 Diperbarui: 25 November 2019   11:28 325 4 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nasib dan Masa Depan Agraria Pulau Jawa
Ilustrasi petani. (KOMPAS TV/ Muhamad Syahri Romdhon)

Tidak akan pernah habis untuk dibahas, kemajuan dan tumbal dari kemajuan tersebut, sepertinya memang "benar": akan menjadi nyata dalam realita kehidupan manusia.

Mungkin berpikir akan sesuatu membuat manusia menjadi tahu sesuatu, tentu sesuatu yang diperkirakan itu akan terjadi saat ini, maupun di masa depan sebagai pemenuhan jalinan dalam berkehidupan setiap manusia.

Memang tidak dapat dipungkiri, semua manusia mendambakan kemajuan, tetapi perkara menjalani kehidupan maju tersebut, apakah tidak memundurkan kaum-kaum yang tidak dapat maju dengan adanya konsep kemajuan itu; jika pada akhirnya hanya manusia-manusia tertentu saja yang dapat untung disana?

Ini tidak hanya menjadi pertanyaan, tetapi juga menjadi suatu kekhawatiran sosial yang mungkin tidak disadari banyak orang.

Kehidupan bermuara pada moderitas, pembangunan, dan harapan-harapan kemudahan zaman; memang akan menjadi sesuatu yang harus dikejar sebagai impian banyak manusia saat ini maupun yang kini tengah berpikir jauh sebagai lompatan kedepan.

Namun, menjadi kuatnya sistem kapitalisme dalam mempengaruhi kehidupan manusia sungguh sudah melampaui.

Bukan tidak setuju dengan sistem ini, tetapi jika modal hanya ditujukan pada perolehan keuntungan semata, pada akhirnya, siapa yang akan memperhatikan nasib mereka --dalam hal ini "manusia" yang terpinggirkan dari wacana bermodal itu sendiri?

"Bahwa negara sekelas Jerman sendiri saja tetap gigih membangun ilmu humaniora meskipun industri dan teknologi mereka juga sangat maju dan terkenal di dunia."

Sesuatu yang hanya akan menciptakan teka-teki, namun dalam hal kajian terhadap sesuatu, teka-teki itu selalu saja dapat untuk dipecahkan.

Lebih jauh lagi, tujuannya bukan hanya untuk terpecah, tetapi harus memberi solusi kongkrit pada setiap obyek masalah, yang harus dihadapi bersama yakni sebagai sebuah jalan untuk menang secara bersama-sama dalam balutan bentuk ideal kemanusiaan.

Dalam menjalankan sebuah sistem sendiri, apapun bentuknya, memang dibutuhkan kerelaan pada obyek kemanuisaan yang harus menjadi tujuan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN