Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Kesabaran untuk Belajar

26 Februari 2014   04:21 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:28 28 1
Seorang anak muda mengunjungi seorang  ahli permata dan

menyatakan maksudnya  untuk berguru. Ahli permata itu

menolak pada mulanya, karena  dia kuatir anak muda itu

tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk belajar. Anak

muda itu  memohon dan memohon sehingga akhirnya ahli

permata itu menyetujui  permintaannya. "Datanglah ke sini

besok pagi." katanya.

Keesokan harinya, ahli permata itu meletakkan sebuah batu

berlian di atas  tangan si anak muda dan memerintahkan

untuk  menggenggamnya. Ahli  permata itu meneruskan

pekerjaannya dan meninggalkan anak muda itu sendirian

sampai sore.

Hari berikutnya, ahli permata itu kembali menyuruh anak

muda itu menggenggam batu yang sama dan tidak mengatakan

apa pun yang lain sampai sore harinya. Demikian juga pada

hari ketiga, keempat, dan kelima.

Pada hari keenam, anak muda itu tidak tahan lagi dan

bertanya, "Guru, kapan saya akan diajarkan sesuatu?"

Gurunya berhenti sejenak dan menjawab, "Akan tiba saatnya

nanti," dan  kembali meneruskan pekerjaannya.

Beberapa hari kemudian, anak muda itu mulai merasa

frustrasi. Ahli permata itu memanggilnya dan meletakkan

sebuah batu ke tangan pemuda itu. Anak muda frustrasi itu

sebenarnya sudah hendak menumpahkan semua kekesalannya,

tetapi ketika batu itu diletakkan di atas tangannya, anak

muda itu langsung berkata, "Ini bukan batu yang sama!"

"Lihatlah, kamu sudah belajar," kata gurunya.

Renungan :

Hidup mengajari kita secara diam-diam. Semakin kesal kita

pada hidup ini semakin jauh kita darinya. Tiada yang lebih

baik kita lakukan pada hidup ini selain kita belajar dengan

sabar untuk membuat keberhasilan.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun