Mohon tunggu...
KOMENTAR
Ramadan Pilihan

Film Religi Surga yang Tak Dirindukan dan Konsep Baity Jannaty, Sebuah Antitesa?

5 April 2023   22:10 Diperbarui: 5 April 2023   22:14 695 9
"Mengikuti Sunnah nabi!"
"Agar terhindar dari maksiat!"
"Memiliki keturunan!"
"Biar tak hidup sendirian!"


Agaknya, kalimat di atas, adalah asumsi jawaban paling lugas tanpa alasan riweh, ketika diajukan pertanyaan: "Kenapa menikah?"

Kukira, banyak pasangan yang memiliki mimpi menciptakan mahligai pernikahan mereka bak taman surga. Jamak dikenal dengan istilah "Baity Jannaty" (Rumahku, Surgaku).

Baity Jannaty adalah ungkapan, bahwa rumah tangga yang dibangun bersama itu, mampu memberikan ketentraman dan kebahagiaan secara lahir dan batin.

Kenapa Baity Jannaty?

Idealnya, Setiap pasangan yang akan menikah pasti bertekad untuk membangun surga di rumahnya sendiri. Sehingga rumah menjadi tempat yang selalu dirindukan semua anggota keluarga.

Kukutip dari beragam sumber, secara umum, rumah tangga harmoni yang dapat berwujud Baity Jannaty itu jika telah memiliki empat fungsi, yaitu:

1) Fungsi Fisiologis berupa terpenuhi papan, sandang, dan pangan.

Terlepas dari perbedaan parameter dan standar kebutuhan setiap rumah tangga, pemenuhan kebutuhan dasar anggota keluarga akan menjadikan ikatan pernikahan itu akan jauh dari riuh prahara rumah tangga.

Tak bisa dipungkiri, banyak kasus yang terjadi, kusutnya ikatan pernikahan itu, disebabkan oleh ketidakmampuan mememenuhi kebutuhan ekonomis.

2). Fungsi Psikologis, tercapainya kedamaian dan ketentraman jiwa anggota keluarga.

Bagiku, poin ini adalah kunci utama dalam mewujudkan konsep Baity Jannaty. Ketika Keberadaan rumah dan seluruh anggota keluarga, adalah "jalan pulang" paling nyaman bagi semua.

Bisa diduga, maraknya kasus perselingkuhan atau kenakalan remaja, karena rumah tak lagi menjadi "tempat berteduh yang nyaman" bagi anggota keluarga. Sehingga, reaksi perselingkuhan atau kenakalan remaja menjadi upaya untuk "melarikan diri" dari rumah.

3). Fungsi Sosiologis, keluarga menjadi bagian/unit dalam kehidupan bermasyarakat.

Ini adalah fungsi penunjang, tapi penting untuk mewujudkan ikatan pernikahan dengan visi baity jannaty. Semisal Penerimaan keberadaan dan peran keluarga oleh lingkungan sekitar.

Apatah lagi jika keluarga yang dimiliki, mampu menjadi lokomotif kehidupan yang harmoni dan serasi dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat.

4). Fungsi Dakwah, yaitu keluarga sebagai sarana untuk beribadah menjauhkan dari perbuatan kemaksiatan.

Fungsi terakhir ini, bisa berimbas pada unsur internal dan eksternal. Pada ranah internal, anggota keluarga yang dibesarkan dalam keluarga bahagia, cenderung akan berfikir dan bersikap baik dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Pengaruh eksternal? Keluarga yang bahagia dan jauh dari prahara rumah tangga, bisa menjadi contoh dan teladan bagi orang-orang di sekitar mereka.

Bagaimana dengan film "Surga yang Tak Dirindukan"?

Film Surga yang Tak Dirindukan, yang dikemas sebagai film Religi ini, kuanggap sebagai bentuk antitesa dari konsep baity jannaty sebagaimana paparan di atas.

Kenapa bisa begitu?

Film Surga yang Tak Dirindukan ini, dirilis pada tahun 2015. Diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Asma Nadia.

Di awal diceritakan, tentang ikatan harmonis pernikahan pasangam Pras (Ferdi Nuril) dan Arini (Laudya Chintia Bella).

Layak pasangan ideal, sebagai suami, Pras tak pernah neko-neko. Bekerja sebagai seorang arsitek, apatah lagi setelah memiliki anak, Pras ingin menjadikan rumah tangganya sebagai taman surga.

Begitu juga dengan sang istri. Arini bertekad menjadi ratu di taman surga itu. Mengabdikan diri secara total untuk mewujudkan kebahagian bagi suami dan anak mereka. Walau isu-isu negatif dari lingkar pergaulannya di masa lalu terus menghantui.

Konflik dari film yang disutradarai Kuntz Agus ini dimulai, ketika Pras terlibat dalam sebuah kecelakaan, dan kemunculan tokoh perempuan bernama Mei Rose (Raline Shah).

Mei Rose adalah korban peristiwa kecelakaan itu. Yang ingin bunuh diri, karena kekasih yang berjanji akan menikahi ternyata ingkar janji. Padahal, saat itu Mei Rose sudah hamil!

Alur cerita dengan skenario ditulis oleh Alim Sudio ini menjadi kian menarik. Ketika digambarkan, Pras yang merasa begitu bersalah, kemudian perhatiannya terpecah. Antara pernikahan serta keluarga kecil yang dijalaninya bersama Arini juga Mei Rose.

Sikap Pras berada di persimpangan. Ketika Mei Rose melahirkan seorang anak laki-laki. Dan Pras mengetahui Mei Rose harus menjalani hidup bersama anaknya, tanpa ada keluarga yang lain. Alias sebatang kara.

Dengan berpijak pada rasa tanggung jawab atau alasan iba, maka Pras kemudian menikahi Mei Rose. Namun, tanpa sepengetahuan Arini.

Walau tanpa riuh konflik yang berlebihan, alur kisah berikutnya, Pras ternyata berusaha tak ingin menyembunyikan keputusannya untuk berpoligami. Sehingga berusaha untuk mencari momen untuk berterusterang kepada Arini.

Hematku, Konflik pada film ini, menjadi sedikit berulang, ketika dikisahkan: Ternyata, Ibu Arini alias mertua Pras, juga menjalani pernikahan poligami.

Namun, sang Ibu mertua merahasiakan kehidupan pernikahan poligami itu dari Arini, agar anaknya bisa hidup tenang dan tentram.

Nah, cerita film ini, tak sampai di situ. Silakan pembaca memburu film terlaris tahun 2015 dan banyak meraih penghargaan berbagai festival ini, ya?

Film ini, juga memiliki dua sekuel lanjutan dengan judul yang sama. Sekuel kedua dirilis tahun 2017 dan yang ketiga pada tahun 2021.

Jadi?

Hematku, ada sedikit perbedaan dari konsep Baity Jannaty pada film Surga yang Tak Dirindukan. Yaitu, pada motif.

Jika pada konsep Baity Jannaty adalah upaya serta tekad yang kuat dari pasangan untuk mewujudkan rumah tangga sebagai surga.

Maka, pada film Surga yang Dirindukan, perwujudan konsep baity jannaty itu dibumbui "jebakan situasi" eksternal yang terjadi dan tak dapat dihindari.

Aih, namanya cerita, jadi aneh jika tanpa konflik, tah?

Walau film ini, sudah termasuk kategori film lawas, menurutku, masih sangat layak untuk dijadikan tontonan dan tuntunan.

Apalagi bagi pasangan atau calon pasangan muda, yang ingin mewujudkan ikatan pernikahaan mereka laiknya ungkapan Baity Jannaty.

Curup, 05.04.2023
zaldy chan

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun