Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Puisi | Kepada Pagi, Kugores Selaksa Doa

13 Juli 2019   07:54 Diperbarui: 13 Juli 2019   08:59 189 40

sepotong pagi tak mampu mengusir air mata, yang berjatuhan di pelataran duka. bergulir, membasuh ingatan yang pudar, bersembunyi di antara kelopak mawar. mengalir, membasahi kenangan yang tergeletak hampa, di bawah rimbunan pohon kamboja.

ceruk paling hening penawar keabadian luka, adalah air mata. kau tahu?

sepotong pagi mengulang kisah usang, sebelum kepergian kabut pagi tergantikan matahari. terburu, merajah puing-puing impian yang dihempas kenyataan. tergesa, merajut keping-keping harapan yang ditindas ketidakberdayaan.

lekuk paling sunyi tempat persembunyian mimpi, adalah harapan. kau tahu?

sepotong pagi meninggalkan hari, tanpa seikat janji bertemu kembali. dalam diam, menyisakan perapian abadi yang menghangatkan kesepian hati. dalam diam, menitip pesan kekuatan manusia pada doa.

tak perlu kau mengerti kesucian janji. saat kugoreskan selaksa doa kepada pagi. untukmu.

Curup, 13.07.2019
zaldychan

KEMBALI KE ARTIKEL