Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan

Tips Lolos USM D-IV STAN ala Momon dan Dodo

9 Desember 2013   18:23 Diperbarui: 24 Juni 2015   04:08 3630 0

1.TPA dan Tes Bahasa Inggris merupakan ujian yang menuntut ketepatan jawaban dan kecepatan dalam mengerjakan, tak hanya karena waktu mengerjakan yang cukup singkat tetapi juga karena dalam USM D-IV ini saingannya alumni STAN semua yang notabene sudah pernah lolos tes serupa di D-III hehe

2.Latihan soal secara intensif, misal satu jam di pagi hari, dua-tiga jam di malam hari. Kira-kira tahun lalu dua-tiga minggu sebelum ujian saya intensif mengerjakan soal. Karena tipe soal TPA dan Tes Bahasa Inggris pada dasarnya bentuknya gitu-gitu aja (dalam arti tidak ada bentuk soal baru), latihan soal secara terus menerus akan membuat kecepatan dan insting terasah.

3.Simulasikan ujian TPA dan Tes Bahasa Inggris, alokasikan waktu dua setengah jam untuk 180 soal. Pasang stopwatch untuk memperkirakan waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan satu soal. Satu soal berarti kira-kira mendapatkan jatah waktu 150 menit/180 soal sekitar 50 detik. Pasang target satu soal 30 detik. Atau bisa juga dengan dalam dua setengah jam menghitung dapat menjawab berapa soal. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tekanan saat ujian, karena jika mengerjakan soal (latihan) tanpa ditarget waktu cenderung santai.

4.Ada beberapa orang tak suka latihan soal tanpa ada jawaban (karena tak tahu benar atau tidaknya) jadi mereka belajar dari buku USM D-III yang sudah ada pembahasannya (belum ada yang membuat buku pembahasan soal USM D-IV soalnya :D), toh tipe soal sama.

5.H-1 Ujian saya sudah tak pegang buku, untuk menghadapi ujian tak hanya kemampuan menjawab soal tapi psikis yang tenang. Yakin sudah punya banyak bekal yang ditabung sebelumnya jadi H-1 harus sudah rileks, siap tempur untuk keesokan harinya :D

6.Mengawali ujian, biasanya saya berdoa dengan basmalah (kadang-kadang disambung dengan Al Fatihah), memohon kekuatan dari Allah dengan membaca “la haula wa la quwwata ‘illa billah”, doa meminta kelancaran urusan seperti dicontohkan nabi Musa yang ada di surat Thoha “Robbisysyrohlii shodrii wayassirlii amri wahlul ‘uqdatam minlisaanii yafqohu qoulii”, doa untuk diberi petunjuk dalam kebenaran (semoga Allah memberi petunjuk mana jawaban benar yang harus dilingkari) Allahumma arinal haqqo haqqon warzuqnat tibaa’ah wa arinal baathila baathilan warzuqnaj tinaabah, bi rahmatika yaa arhamar rahiimin. Yakin seyakin-yakinnya Allah akan memberi kekuatan menghadapi soal, bi ‘idznillah.

7.Kerjakan dari soal yang paling gampang karena akan menambah kepercayaan diri. Jangan penasaran dengan soal yang kira-kira susah atau lama mengerjakan (toh bobot nilai tiap soal sama). Standar saya kalau kira-kira dalam sepuluh detik masih ruwet mengurai soal, tinggal dan kerjakan soal lain.

8.Ada dua cara menjawab soal dengan benar : yakin jika jawaban tersebut benar atau yakin jika pilihan jawaban lain salah. Coret opsi jawaban yang kira-kira tak mungkin. Kalau saya, jika ragu di antara dua pilihan jawaban, saya akan pilih salah satu tapi kalau ragu dengan tiga pilihan jawaban saya memilih mengosongkan jawaban. Saat USM D-IV kemarin dari 180 soal, saya bolong 38 dan dari 38 soal itu karena saya sudah tidak pegang soal maka 18 soal gambling 20 soal kosong.

9.Tips untuk tes Kemampuan verbal (35 soal) :

a.   Terdiri dari kosa kata, antonim, sinonim dan analogi serta bacaan

b.    Kosa kata, antonim, sinonim didapat dari banyak-banyak membaca. Selain itu tiap pilihan jawaban dari soal-soal tahun sebelumnya saya cari artinya di kamus (bisa dicari di internet atau aplikasi KBBI di Android). Jangan pernah kaget ketika menghadapi soal ternyata jauh berbeda dengan tahun sebelumnya dan kata-kata yang disediakan adalah kata-kata yang tidak pernah didengar, seperti USM D-IV kemarin kata-kata yang disediakan mungkin adalah kata-kata dari bahasa sansekerta (sepertinya) tapi usahakan tenang, tiap kata pasti punya akar jadi bias diterka asalanya dari mana, contoh soal sinonim antonym USM d-IV tahun 2013 wisesa, wigati, anjeung, bahadur, dll

c.     Untuk analogi, rasa-rasanya jawaban hampir mirip-mirip. Namun pola hubungan analogi sebenarnya tak terlalu banyak. Insya Allah dengan latihan soal semakin terasah kemampuan analoginya.

Misal : A digunakan untuk B, A mengandung B, melakukan A agar B, A merupakan bentuk umum dari B, dsb.

d.    Untuk soal bacaan, sebisa mungkin tak perlu membaca keseluruhan bacaan. Akan menghabiskan waktu. Tembak langsung soal :

1)      Dari opsi pilihan a, b, c, d langsung cari jawaban di bacaan. Misal pertanyaan akan seputar “pernyataan yang sesuai dengan bacaan, pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan, yang dimaksud X pada baris ke Y”

2)      Jika perlu, baca sekilas bacaan temukan kalimat utama di tiap paragraf (ingat kalimat utama saja). Saat pelatihan speed reading diajarkan bahwa teknik speed readingsalah satunya dengan :

“Letakkan telunjuk di tengah-tengah paragraf. Lalu biarkan bola mata Anda menemukan inti kalimat dari suatu paragraf. Dengan meletakkan telunjuk di tengah paragraf, jangkauan pandang mata akan lebih luas sehingga lebih cepat memahami bacaan”. Try this

10.Untuk tes kemampuan kuantitatif (45 soal) dan kemampuan penalaran (40 soal), tak ada saran lain selain perbanyak latihan soal. Hehe. Jika sudah lupa dengan cara menjawab soal-soal matematika dasar dengan membaca atau mengerjakan soal bahas USM D-III insyaallah akan terbantu sekali, kalau mengerjakan sendiri tanpa jawaban yang diyakini akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Kalau nanya teman, mau nanya banyak-banyak juga sungkan rasanya. Hihi.

11.Untuk Tes Bahasa Inggris (60 soal) akan saya bahas khusus di tulisan berikutnya

http://bahasa.kompasiana.com/2013/12/09/tips-mengerjakan-tes-bahasa-inggris-dengan-tepat-dan-cepat--616996.html

12.Untuk Psikotes, saya tidak mau belajar dari internet atau buku-buku psikotes yang dijual di took buku, karena dulu saya pernah diberi tahu oleh guru BP saya bahwa kebanyakan salah kaprah, beliau berpesan intinya :

a.       Untuk tes Pauli, yang penting teliti, banyak, jangan sampai ada yang bolong karena pauli test lebih pada endurance. Kuncinya latihan simulasi tes Pauli (bisa download lembar soal Pauli di internet), kasih waktu, perhatikan interval kita, jaga kestabilan. Dulu saya sampai minta tolong istri untuk discount waktunya dengan pola tes pauli sebenarnya. Intinya saya hanya ingin melatih kelenturan jari dan mengecek kecepatan dan berapa banyak halaman yang bias saya kerjakan. Tes pauli itu menjumlahkan angka kebawah sebanyak kertas A3 bolak balik. Saat USM kemarin saya dapat menyelsaikan 3 halaman lebih seperempat

b.Untuk tes wartegg, saya menggambar dengan menggunakan tema, misalnya alat transportasi, alat kedokteran, alat komunikasi, perkakas rumah tangga, alat elektronik, buah-buahan, sayur-sayuran, dsb. Untuk wartegg pola pengerjaannya tidak harus urut dari atas ke kanan atau ke kiri atau ke bawah, gambarlah sesuka kalian, acak juga tidak apa-apa, lalu tentuka gambar mana yang paling mudah, paling sulit, paling tidak disuka, dan paling disuka dari gambar yang kalian kerjakan tadi.

c.       Untuk tes menggambar pohon berkambium gambarlah pohon yang kuat dan berakar serabut. Gambar tidak perlu bagus tetapi usahakan mantap dalam menggambar (nggak ada goresan ragu-ragu). Mungkin berpengaruh. Dulu guru saya berpesan kalau menggambar pohon ujung pangkal batang jang terlalu tinggi dan akar jangan terlalu banyak, gambarlah daun yang banyak dan batang yang berlekuk, jangan lurus, usahakan gambar proporsional.

d.Untuk menggambar orang, gambarlah dirimu sendiri yang sednag melakukan aktivitas jelas, misalnya menendang bola, mencangkul, dll. Gambarlah secara lengkap semua anggota tubuh, jangan sampai ada yang hilang bagian tubuhnya missal gambar kakinya Cuma sampai betis dan muka harus terlihat jelas

e.      Untuk tes menjawab soal sesuai kepribadian, jawab sesuai kepribadian kita karena kalau kita menjawab sesuai dengan apa yang kita anggap baik tetapi tak sesuai kepribadian, pasti akan ketahuan ketidakkonsistenannya. Just be your self. Mungkin agar lebih memantabkan bias menggunakan teknik curang dikit, missal dengan membentuk pribadi x (x=pemimpin atau perfectionis, dll). Lebih ditekankan pada Just be your self. Tes kepribadian ini ada 2 macam pada waktu itu, pertama memilih mana yang yang saya banget dan mana yang bukan saya banget sejumlah 16 pernyataan dan yang satunya papikostik (90 soal) atau EPPS (225 soal)

13.Perhatikan faktor nonteknis, seperti alat tulis menulis, kelengkapan persyaratan, dsb. Terutama ujian psikotes, kondisi psikis kita saat berpengaruh saat mengerjakan. Rileks and take your day.

14.Di atas semua tips, teknik dan kemampuan kita, ridho Allah yang utama. Jemput keridhoan Allah sebanyak-banyaknyaseperti sholat tahajud, hajat, shalat dhuha, sedekah (waktu sedekah yang baik adalah setelah shalat ashar tetapi jika memang sulit paling mudah adalah setelah salat jumat di masjid yang gede di sana pasti banyak para fakir miskin yang meminta sedekah), jemput keridhoan ortu (sebelum berangkat tes minta maaflah pada orang tua terutama ibu dan mintalah doa restunya), doa di saat yang mustajab dsb.

15.Setahu saya yang membuat orang gagal itu ada dua, orang itu kurang sedekah (pelit) dan dosanya pada orang tua. Maka perbanyaklah sedekah dan minta maaflah pada orang tua

16.Minta doa sebanyak-banyaknya kepada banyak orang. Dulu saya membuat satu postingan khusus di blog dan facebook minta doa mau ujian masuk D-IV. Kita nggak tahu doa siapa yang dikabulkan Allah, barangkali di antara doa orang yang berkenan mendoakan ada yang mustajab atau saat ia mendoakan merupakan saat yang mustajab.

Screen capture tips dari teman-teman lain yang kebetulan sudah lolos juga :

semoga bermanfaat................

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun