Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Vatreni Si Mental Baja

10 Desember 2022   02:10 Diperbarui: 10 Desember 2022   02:12 186 3
Dalam sepak bola, performa sebuah tim biasanya ditentukan oleh beragam faktor, baik teknis maupun nonteknis. Salah satu faktor nonteknis yang sering menentukan adalah aspek mental.

Di Piala Dunia 2022,ada satu tim yang menunjukkan ketangguhan mental luar biasa, yakni Kroasia. Disebut demikian, karena mereka mampu melangkah jauh, sekalipun situasinya cukup sulit.

Maklum, selain bertemu lawan-lawan kuat, finalis Piala Dunia 2018 ini dianggap banyak pihak sudah "habis", karena masih bergantung pada pemain senior macam Luka Modric, Ivan Perisic dan Dejan Lovren.

Tapi, di luar dugaan banyak pihak, Vatreni justru mampu melangkah jauh di Qatar. Di fase grup, mereka mampu membendung kejutan Maroko dan membuat Romelu Lukaku mengamuk akibat Belgia terdepak di fase grup. Dua hasil imbang 0-0 dan kemenangan 3-1 atas Kanada sudah cukup untuk membawa mereka lolos.

Di fase gugur, ketangguhan mental seperti jadi nama tengah Luka Modric dkk, karena mereka mampu dua kali meraih kemenangan, setelah tertinggal lebih dulu.

Di babak perdelapan final melawan Jepang, gol Ivan Perisic membalas lunas gol Daizen Maeda, sebelum akhirnya menang 3-1 di babak adu penalti, yang diwarnai "hat-trick" penyelamatan Dominik Livakovic.

Setelahnya, situasi serupa kembali dialami sang jagoan Balkan saat bertemu Brasil di babak perempat final, Jumat (9/12). Menghadapi Brasil yang di babak sebelumnya menggasak Korea Selatan 4-1, tim peraih medali perunggu Piala Dunia 1998 ini banyak diprediksi akan angkat koper.

Tapi, anak asuh Zlatko Dalic kembali menunjukkan ketangguhan mental mereka. Brasil yang biasanya menari-nari dengan "jogo bonito" nya mampu dibuat buntu sampai waktu normal berakhir.

Saat Neymar akhirnya sukses memecah kebuntuan dengan gol di akhir babak pertama perpanjangan waktu, tiket semifinal Piala Dunia 2022 sepertinya sudah diamankan. Selecao bahkan mulai sedikit mengontrol situasi, dengan beberapa kali memperlambat tempo permainan.

Apes, hanya lima menit sebelum pertandingan selesai, Kroasia justru mampu mencetak gol balasan. Lewat sebuah skema serangan balik cepat, kombinasi Mislav Orsic dan Bruno Petkovic mampu dituntaskan nama terakhir menjadi gol.

Skor imbang 1-1 pun kembali hadir, dengan babak adu penalti sebagai penutup. Di sini, keempat algojo penalti Kroasia mampu menjebol gawang Alisson, sementara Livakovic kembali unjuk kebolehan, dengan menggagalkan eksekusi Rodrygo, dan mendapati sepakan Marquinhos membentur tiang.

Secara luar biasa, Kroasia kembali melangkah ke semifinal Piala Dunia, setelah unggul 4-2 (adu penalti) atas Tim Samba. Uniknya,  perjalanan mereka di Qatar cukup mirip dengan Piala Dunia 2018, saat mereka dua kali menang adu penalti, dalam perjalanan ke final.

Jelas, ini menunjukkan seberapa tangguh mental bertanding mereka. Mereka tidak keder dengan semangat pantang mundur Jepang, dan keterampilan individu para pemain Brasil.

Mental baja, ditambah materi pemain berkualitas dan pelatih yang cakap, mampu menjadi satu perpaduan unik yang terbukti ampuh.

Tanpa label "Generasi Emas" atau "hype" berlebihan media, Kroasia justru mampu membuat prestasi hebat, dan justru menunjukkan, inilah "Generasi Emas" mereka, lengkap dengan prestasi hebat di tingkat dunia.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun