Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Menikmati Sajian "Pressing Football" di Elland Road

13 September 2021   10:09 Diperbarui: 13 September 2021   10:14 196 7
Duel "Pressing Football". Begitulah sebutan yang kiranya pas, untuk laga Leeds United vs Liverpool, Minggu (12/9). Disebut demikian, karena kedua tim sama-sama mengandalkan strategi pressing ketat dan serangan balik cepat.

Tuan rumah Leeds di bawah komando Marcelo Bielsa seperti biasa bermain spartan dan mempersempit ruang gerak Liverpool, yang juga menutup ruang gerak lawan secara terukur.

Alhasil, tersaji sebuah duel yang cukup intens. Ada jual beli serangan dan penguasaan bola yang cukup seimbang.

Secara permainan, Si Putih memang mampu mengimbangi Si Merah di rumah sendiri. Tapi, tim tamu ternyata mampu bermain lebih cerdik.

Dengan memanfaatkan kelemahan Leeds dalam mengantisipasi bola silang, Liverpool mampu mencetak gol pembuka di menit ke 20.

Kombinasi segitiga antara Mohamed Salah, Joel Matip dan Trent Alexander-Arnold diakhiri nama terakhir dengan umpan silang mendatar yang diceploskan nama pertama dengan mulus.

Kombinasi ini sendiri gagal diantisipasi pertahanan Leeds, karena mereka tak menduga Joel Matip yang notabene seorang bek tengah akan maju sampai sedemikian jauh. Biasanya, bek asal Kamerun ini hanya maju jauh saat ada sepak pojok atau tendangan bebas.

Luke Ayling dkk sebenarnya tak tinggal diam, dengan tetap melakukan pressing ketat, sambil mencoba membuat peluang. Pertandingan pun berjalan semakin intens.

Sayang, Liverpool sudah terlanjur berada di atas angin, dan mampu membuat sejumlah peluang. Tim asuhan Juergen Klopp bahkan hampir saja mencetak gol kedua, andai gol Thiago Alcantara tak dianulir karena offside.

Beruntung, hanya satu gol yang tercipta di babak pertama. The Whites masih punya harapan, sehingga langsung memperbaiki performa di awal babak kedua.

Momentum positif pun mulai terbangun, tapi kelemahan dalam mengantisipasi umpan silang kembali jadi bencana. Berawal dari umpan sepak pojok Trent Alexander-Arnold yang disundul Virgil Van Dijk, celah terbuka di lini pertahanan Leeds mampu dimanfaatkan Fabinho untuk mencetak gol kedua.

Tertinggal 0-2 di menit ke 50 membuat Leeds tampak kalut. Mental mereka akhirnya benar-benar ambruk, setelah Pascal Struijk dikartu merah wasit, akibat tekel horornya kepada Harvey Elliott.

Akibat kejadian itu, pertandingan sempat berhenti selama beberapa menit, karena tim medis harus merawat Elliott. Sebagai gantinya, wasit memberikan injury time sampai delapan menit.

Saat pemain muda Inggris itu ditandu keluar lapangan, seisi stadion Elland Road kompak memberikan aplaus meriah sebagai bentuk dukungan. Sebuah gestur yang sangat berkelas.

Setelahnya, Liverpool bermain dengan sedikit lebih nyaman. Umpan-umpan silang dari bek sayap, umpan diagonal khas Virgil Van Dijk, dan umpan terobosan ala Thiago Alcantara beberapa kali hadir, dan membuat permainan tidak monoton.

Di sini, The Kop memilih untuk sedikit mengatur nafas. Maklum, tengah pekan ini, mereka akan menghadapi AC Milan di fase grup Liga Champions.

Selain bertahan, Leeds juga sesekali membuat peluang mencetak gol, antara lain lewat tendangan lob Patrick Bamford. Beruntung, Alisson mampu menjaga gawangnya tetap perawan.

Selain Salah yang mencetak gol ke 100 dan Elliott yang cedera, pemain Liverpool lain yang sempat jadi sorotan di laga ini adalah Sadio Mane. Bintang Senegal ini sempat beberapa kali disoraki suporter karena tampil melempem.

Ada beberapa peluang yang gagal menjadi gol, sebelum akhirnya benar-benar mencetak gol di masa injury time babak kedua. Gol tersebut hadir, berkat umpan tarik Thiago Alcantara, setelah sang Spaniard menerima umpan silang Jordan Henderson.

Selain melengkapi penampilan apik Thiago di pertandingan ini, gol Mane juga menjadi akhir yang melegakan, setelah berkali-kali gagal mencetak gol.

Pada akhirnya, Liverpool membawa pulang poin penuh, berkat kejelian mereka dalam mengekspos kelemahan Leeds dalam mengantisipasi bola silang. Skor 3-0 menjadi catatan bagus, karena diraih atas tim yang musim lalu menjadi lawan yang sangat alot.

Terlepas dari kekhawatiran soal cedera Elliott, kemenangan atas Leeds menjadi lanjutan dari awalan bagus Si Merah di Liga Inggris musim ini.

Mereka terbukti mampu tampil apik, meski hanya mendatangkan seorang Ibrahima Konate di bursa transfer musim panas lalu. Jika ini berlanjut, musim ini mungkin akan sangat menarik, karena ada tiga-empat tim yang akan bersaing di pacuan juara.

Selebihnya, kita nikmati saja.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun