Mohon tunggu...
KOMENTAR
Bola Pilihan

Mengintip Progres PSS Sleman

8 April 2021   14:45 Diperbarui: 8 April 2021   14:47 60 3

Berakhirnya fase grup Piala Menpora 2021 menyisakan kejutan. Salah satunya, PSS Sleman lolos ke babak perempat final sebagai juara grup C, didampingi Persebaya Surabaya sebagai runner-up grup.

Meski punya poin sama (7) dan unggul produktivitas gol, Tim Bajul Ijo kalah dalam catatan head to head, karena kalah 0-1 atas Laskar Sembada di partai pamungkas, Rabu (7/4). Gol penalti Irfan Bachdim memastikan PSS lolos bersama Persebaya, dan akan menghadapi Bali United di perempat final.

Disebut kejutan, karena sebelum ini, performa tim asuhan Dejan Antonic banyak dikritik suporter di dunia maya. Bahkan, ada juga yang memunculkan tagar #DejanOut.

Penyebabnya, performa Kim Jeffrey Kurniawan dkk dianggap kurang meyakinkan, dan bermain terlalu pragmatis. Ini membuat suporter mendesak pelatih asal Serbia itu diganti dengan Seto Nurdiantoro, yang dianggap punya gaya main lebih enak dilihat.

Memang, progres tim Super Elang Jawa terlihat lambat. Pelan tapi pasti, mereka mulai bisa menaikkan grafik performa.

Di laga perdana, mereka kalah 1-2 dari Madura United, disusul hasil imbang tanpa gol melawan Persela Lamongan. Tapi, kemenangan 1-0 atas Persik Kediri dan Persebaya Surabaya memastikan kemajuan tersebut.

Jika melihat situasinya, ini adalah satu prestasi tersendiri. Maklum, tim sudah vakum selama setahun terakhir akibat imbas pandemi, dan hanya punya waktu dua minggu untuk persiapan sebelum turnamen.

Dari segi materi pemain, ada sejumlah pemain baru yang datang. Antara lain, Kim Jeffrey Kurniawan dan Fabiano Beltrame yang sempat membela Persib Bandung, plus dua eks pemain Persebaya Surabaya, yakni kiper Miswar Saputra, dan pemain sayap gesit Irfan Jaya.

Keempatnya sama-sama sudah berpengalaman di Liga Indonesia, dengan dua nama pertama merupakan pemain naturalisasi. Sebelumnya, Laskar Sembada sudah punya Irfan Bachdim, pemain naturalisasi yang juga saudara ipar Kim Jeffrey Kurniawan.

Dari slot pemain asing, tim kesayangan Slemania ini mendatangkan Aaron Evans (Australia), Mario Maslac (Serbia), dan Nicolas Velez (Argentina). Dari ketiganya, hanya Evans yang pernah bermain di Indonesia.

Jadi, terbayang serumit apa pekerjaan Dejan Antonic untuk menyatukan tim baru ini. Apalagi, ketiga pemain asing PSS diketahui baru mulai berlatih bersama tim di awal turnamen.

Mengingat posisinya sebagai turnamen pra-musim, seharusnya tak ada tekanan terlalu tinggi, karena ini hanya persiapan menuju kompetisi sebenarnya. Jadi, akan aneh jika kegagalan di sini justru membuat tim dibongkar pasang, tepat menjelang dimulainya kompetisi.

Alih-alih memperbaiki, ini justru bisa merusak, karena tim harus dibangun lagi dari nol. Alhasil, saat kompetisi liga bergulir, mereka malah keteteran, bahkan bisa lebih buruk dari sebelumnya.

Melihat kualitas tim-tim lawan dan situasinya, bisa lolos ke babak perempat final Piala Menpora saja sudah merupakan sebuah prestasi. Andai bisa melaju lebih jauh, itu adalah bonus.

Tapi, apapun hasil di Piala Menpora, PSS Sleman seharusnya tak perlu repot-repot membongkar total tim. Mereka hanya perlu memperbaiki titik lemah, misalnya dengan mempertajam lini depan.

Dengan harapan, mereka bisa berbicara banyak di liga, dan mencatat prestasi positif, karena punya tim yang solid. Akan memalukan jika mereka berjaya di turnamen pra-musim, tapi jeblok di kompetisi sesungguhnya.

Menarik ditunggu, bagaimana progres PSS Sleman setelah ini.

KEMBALI KE ARTIKEL