Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora

Ayah, Padi dan Dewi Sri

18 Desember 2017   19:47 Diperbarui: 18 Desember 2017   23:12 370 0
Ayah seorang petani yang segenap cinta dan baktinya jatuh pada padi. Setiap pagi, pada saat aku masih terlelap tidur dibungkus selimut demi menolak gelisah angin subuh yang sangat dingin, ayah sudah jauh dari bilik bambu kamarnya. Kakinya yang tanpa alas telah membuat lukisan-lukisan tapak berjari lima pada pematang sawah yang basah, tangannya memastikan aliran air tidak tersumbat batu, atau dedaunan, atau ranting-ranting kayu. 

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun