Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Balagha Baligh Tabligh Mubalaghogh

5 Maret 2014   17:25 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:13 38 0


Baligh, kaki kananmu lekaslah mendaki. Namamu menua, tangan mungilmu

mencari masa gundu yang terampas. Sampailah pada balagha semi. Kedipan

mata tertahankan. Bukan gundu yang menyelinap dalam igauan. Linglung!

Matamu berkaca-kaca, sejak pagi balaghogh menyita nyawamu. Bukan

setingkat mubaligh yang meruang dalam dirimu. Kau hanya ingin tersenyum

menemui arwah tabligh. Memuja yang maha mubalaghoh.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun