Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Hari Minggu Hari Mengaku

26 September 2021   05:13 Diperbarui: 26 September 2021   07:16 97 4

HARI MINGGU
HARI MENGAKU


sejak ku kecil hari Minggu selalu dimaknai secara istimewa
ada roh religius yang amat
dahsyat melimpahi
tubuhku saat-saat itu
kedua orangtuaku
memposisikan hari Minggu hari yang kudus dan sakral
sejak hari Sabtu
beliau sudah berpesan agar esok hari harus bangun pagi
sarapan
lalu.ikut dalam Sekolah Minggu

ayahku yang lahir
2 Juni 1895 tinggal di wilayah itu sejak lahir
sebuah daerah di timur Jakarta yang warga gerejanya tahun 50 an berjumlah sekitar
lima belas orang
di daerah itu dulu ada sekolah dan poliklinik zending
yang dibangun untuk
membantu pemberdayaan masyarakat
ku bersyukur dalam perkembangan waktu
jemaat itu kini beranggota lebih 150 keluarga
dan tahun 80 an
orangtuaku menghibahkan tanah untuk perluasan gedung gereja

setiap hari minggu kami
beribadah di jemaat Gereja Kristen Pasundan Cawang
sejak tahun 1990
tidak lagi di jemaat lama
tempat aku mengikuti Sekolah Minggu saat ku kecil

hari minggu
hari kudus dan sakral
bagi umat kristiani
di manapun
di seluruh jagat raya
di masa sebelum pandemi
dalam ibadah minggu seluruh umat hadir bersekutu bersama
memuji memuliakan nama Tuhan
mendengarkan kotbah
mendapat pencerahan iman

hal amat penting dalam ibadah minggu adalah aktivitas mengaku
mengaku iman
bersama seluruh umat kristen sedunia bahkan seluruh umat kristen dari abad keabad
mengaku bahwa Yesus Kristus telah mati untuk menjadi penebus dosa-dosa umat manusia
demikian juga umat mengaku dosa -dosa yang telah mereka perbuat
janji untuk hidup baru bersih dari dosa

mengaku iman dan mengaku dosa adalah unsur tetap dan fundamental dari ibadah minggu
mengaku bukan hanya aktivitas verbal dan oral dari ibadah
mengaku mesti dibuktikan dalam kehidupan praktis setiap hari
pengakuan yang dilakukan dalam ibadah digereja mesti bisa dibuktikan dan diverifikasi dalam dunia nyata
tanpa itu maka kekristenan hanyalah fiksi dan cerita-cerita kuno
yang kini sudah menjadi fosil
tanpa makna apapun.

Jakarta 25 September 2021/pk.14.38

Weinata Sairin

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan