Mohon tunggu...
KOMENTAR
Olahraga Pilihan

5 Faktor Harus Diperiksa, Untuk Mengetahui Beda Timnas U-19 Dulu dan Sekarang

14 Agustus 2014   20:57 Diperbarui: 18 Juni 2015   03:32 299 3
Ada banyak pertanyaan yang muncul,kenapa permainan Timnas U-19 Indonesia di ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2014 yang di gelar di Negara Brunei,setelah menjalankan tiga pertandingan,Timnas U-19 Indonesia,baru bisa memperoleh nilai satu dan berada di posisi lima klasmen sementar,dari enam Negara yang berada di group B,di bawahnya ada Singapura U21 yang belum satu pun meraih poin.

Mari kita kembali kebelakang sebentar, untuk mengingat kembali,kenapa di tahun 2013 Timnas U-19 Indonesia bisa bermain baik dan menuai hasil yang sempurna,Juara AFF U-19 dan Lolos ke Kejuaraan Asia 2014 di Myanmar.Ada 5 (lima ) faktor yang bisa di ingat ingat kembali,apakah pada saat ini,semua faktor pendukung dan keterlibatan beberapa pihak,yang bergabung untuk membuat Timnas U-19 kala itu berjaya.masih ada atau sudah ada perombakan,kita mulai dari ;

1.Mental dari Pelatih Indra Syafrie,yang dulu pernah mengatakan bahwa Kepada anak asuhnya, Indra selalu menanamkan nilai-nilai bahwa Indonesia adalah negara besar.
"Dengan membayangkan bahwa kita negara besar yang penduduknya sekian puluh juta, itu saja sudah cukup," tandasnya, menyebut salah-satu cara membangun percaya diri para pemainnya.Selama ini, menurut Indra, ada mental kurang percaya diri yang menghinggapi timnas Indonesia.
"Cuma karena di pikiran kita sudah dibangun mental yang selalu diposisikan sebagai orang yang ada di bawah, ya kita akan kalah terus, siapapun lawan kita," ungkapnya.Mental seperti itu yang dia rombak habis-habisan."Kita tidak mau lagi bicara: mudah-mudahan kita bisa mengalahkan Jepang. Tidak itu lagi bahasanya! Kita sudah harus memposisikan kita sejajar dengan mereka. Bahkan kita lebih dari mereka!" tandasnya.Apakah semangat dan mental ini masih ada dalam diri Indra Syafrie dari suasana yang dulu di awal pembentukan Timnas U-19 Indonesia,yang dulu tertekan dengan kondisi serba terbatas,sekarang di suasana serba lengkap dan tersedia,mungkinkah akan mempengaruhi mental Pelatih dan Pemain ??

2.Mental Pemain Timnas U-19 Indonesia,apa kah masih seperti yang dulu,yang mempunyai sikap siap menang,sikap ini bukan hanya menjadi motivasi bagi Evan Dimas Darmono dan kawan-kawan. Tak akan ada lagi minder yang berbuah 'kalah sebelum berperang'. Tak ada lawan yang tak bisa dikalahkan. Dengan siap menang, mereka bakal memerdekakan pikiran dari batasan-batasan yang dibuat sendiri.Ini perlu di evaluasi dengan jujur dan melihat fakta di lapangan.

3.Apakah Masih ada mereka mereka ini, staff kepelatihan terhadap keberlangsungan sebuah tim. Karena perang dan chemestry antar pelatih dan pemain sangat menentukan kekompakan dan solid nya sebuah Tim.Selama ini tidak ada informasi tentang suasana dan kondisi Timnas U-19 Indonesia,sejak BTN yang mengambil alih semua urusan Kesebelasan Nasional. ini perlu di lihat kembali karena mungkin saja ada pelatih yang di ganti atau di keluarkan ???

4.Masih adakah Nama Rudy Eka Priyambada sebagai tactical analysis,yang dulu mempunyai peran penting dalam hal menganalisa permainan calon lawan dengan rekaman Video nya dan setelah itu di analisa dan dibandingkan dengan kekuatan Timnas U-19.Selain menganalisis, Rudy juga ikut membakar semangat dan memotivasi tim dengan video motivasi yang ditayangkan menjelang pertandingan. Sebelum laga melawan Korsel, misalnya, Rudy membuat video motivasi dengan tajuk "Road to AFC Cup U-19 2014 and World Cup U-20: Impossible is Nothing". Saya tidak mendapat berita tentang ini,atau ada yang tahu ???.Cara kerja Rudy tidak bisa di anggap enteng,karena dengan sistem high performance unit (HPU) yang diterapkan Rudy,akan membantu pelatih meningkatkan daya saing tim.

5.Salah satu rahasia sukses timnas adalah digunakannya sebuah aplikasi yang memperhitungkan struktur waktu, struktur nama, dan timing dalam permainan bola."Orang yang mengaplikasikan sistem ini,sekarang tidak di libatkan lagi dalam Tim Timnas U-19 Indonesia,karena sudah tidak cocok ,hanya di sebabkan Indra Syafrie telah melupakan kesepakatan awal, Ia hanya meminta imbalan berupa publikasi media. Kecewa kesepakatan tak kunjung ditepati, Arkand mundur.dia adalah konsultan metafisika Arkand Bodhana Zeshaprajna.Doktor sains dari University of Metaphysics International, Los Angeles, ini menganalisis susunan nama pemain pilihan Indra. "Untuk melihat komposisi pemain yang bertanding hari itu membawa keberuntungan bagi tim atau tidak," kata Arkand. "Ini untuk membantu membentuk suatu tim yang kuat supaya kita bisa jadi juara."Sekarang sudah tidak di pakai lagi oleh Timnas U-19 Indonesia.Faktor ini sekarang jelas jelas tidak digunakan lagi,karena Arkand Bodhana sudah mengundurkan diri,tersisa 4 (empat )faktor.Namun masih harus tetap di evaluasi apakah faktor peran  Metafisis ini masih diperlukan ??

Ke 4( empat ) faktor tersebut di atas,masih ada apa masih utuh apa tidak dalam Timnas U-19 Indonesia sekarang ini ,hanya rekan rekan di kanal bola inilah yang akan menganalisa dan membuat keputusan,dan yang lebih penting adalah Ketua BTN,harus bersikap jujur atas semua apa yang sedang terjadi dalam tubuh Timnas U-19 Indonesia,apakah masih seperti dulu atau sudah ada perombakan dan pergantian personil yang ada di belakang kesuksesan yang dulu pernah di toreh Timnas U-19 Indonesia.Mungkin banyak yang ahli,tapi untuk menyatukan chemestry tentulah tidak lah mudah dan memelihara kekompakan sebuah Tim yang menang,adalah hal utama.Karena ada isitlah "jangan pernah mengganti Tim pemenang ".Dont Change the Winning  Team.

Salam Garuda Ku Bukan Burung Perkutut.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun