Mohon tunggu...
KOMENTAR
Travel Story Pilihan

[Ketapels Berdaya] Finger Talk Cafe: Ketika Jemari Bicara

11 April 2016   16:07 Diperbarui: 12 April 2016   11:13 149 4
Fiuuhh, entahlah ada rasa haru dan bangga! Dissa Syakina Ahdanisa seorang anak muda bangsa ini mampu membawa sebuah harapan bagi teman-teman kita yang difabel (Different Ability) tidak seperti orang pada umumnya mereka memiliki kekurangan pada fisiknya, bisa buta , bisu atau tuli. Dissa meneruskan kebiasaan baik sang Bunda yang peduli terhadap kaum difabel dan puncaknya ketika pada tahun 2004 ketika menjadi seorang relawan di Nikaragua (Amerika Tengah) Dissa melihat sebuah cafe yang semua pelayannya adalah tuli (oh iya ternyata teman-teman difabel lebih senang dirinya disebut apa adanya kalo tidak bisa mendengar ya sebut saja tuli, tidak melihat sebut buta, ternyata istilah "halus" menurut kita tunarungu, tunanetra justru membuat mereka tidak senang) dan pemilik resto tersebut adalah seorang Normal atau istilahnya "hearing". 

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun