Mohon tunggu...
KOMENTAR
Lyfe

Pengaruh Lingkungan

19 Juni 2013   11:32 Diperbarui: 24 Juni 2015   11:46 225 0
Lingkungan pasti mempunyai pengaruh terhadap individu yang berada di dalamnya. Umumnya akan terjadi interaksi timbal balik aktif antara individu-individu di dalam suatu lingkungan dengan kesisteman lingkungan secara keseluruhan. Semakin superior dan dominan seorang individu, maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap lingkungan. Sebaliknya, semakin inferior seorang  individu, maka semakin besar lingkungan akan mempengaruhinya. Maka, memilih lingkungan yang tepat adalah sangat krusial bagi seseorang yang ingin mencapai tujuan tertentu. Tak jarang orang yang salah bersikap terhadap lingkungannya. Banyak orang yang egonya sedemikian besar, sehingga dia merasa bahwa dia pasti bisa memberikan pengaruh terhadap lingkungan, dan yakin bahwa lingkungan tidak bisa memberikan pengaruh terhadap dirinya. Banyak di antara mereka yang terlambat menyadari bahwa setelah sekian lama berada di suatu lingkungan, maka ternyata merekalah yang telah berubah menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana mereka berada. Jika lingkungan itu baik maka tidak ada masalah dengan perubahan itu, tapi jika ternyata lingkungan itu buruk maka tanpa sadar ternyata merekapun telah berubah menjadi individu-individu yang lebih buruk dari sebelumnya. Ibaratnya, sewangi-wanginya seseorang kalau sering masuk ke wc yang kotor atau ke tempat sampah, maka lama kelamaan bau busuk akan menempel juga di badannya. Untuk itu maka dia harus sering atau secara rutin keluar dari lingkungan busuk tersebut, agar bisa membersihkan diri dan menyemprotkan pewangi tubuh lagi. Jika tidak, maka lama-kelamaan tubuhnyapun bau busuk, dia sudah tidak peduli dan tidak menyadarinya lagi. Dan itu berlaku bagi semua manusia normal tanpa ada pengecualian. Mungkin hanya manusia sakti sajalah yang bisa memproduksi bau wangi dari dirinya sendiri. Sayangnya, manusia sakti adalah langka dan hampir-hampir tidak ada, dan kalaupun ada maka biasanya akan menjauh dari keramaian manusia. Yang sering terjadi adalah orang-orang yang mengaku sakti atau suci, padahal hanyalah penipu biasa.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun