Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen Pilihan

Asa yang Terenggut

30 Desember 2021   14:05 Diperbarui: 30 Desember 2021   15:31 284 21

"Bu, mulai hari Senin, Hadi belajar di rumah," lapor remaja kelas 1 SMP itu begitu sang ibu memasuki rumahnya.

"Iya, tadi ibu juga dengar obrolan orang-orang di pasar akan diberlakukan lockdown. Padahal ibu udah belanja buat jualan hari Senin," sahut ibu sedih.

Ratih adalah seorang single parent dengan tiga orang anak. Anak sulungnya, Hadi, berusia 13 tahun. Dina anak keduanya berusia 11 tahun, kelas 5 SD. Sedangkan si bungsu, Fatih, kelas 1 SD. Suami Ratih, Fery, wafat dua tahun lalu karena sakit hepatitis C yang dideritanya.

Sebagai jurnalis, jam kerja Fery sering tidak menentu. Tentu saja hal ini memengaruhi jam tidur dan istirahat hingga berdampak pada kesehatannya. Terlebih ia tidak memiliki waktu yang cukup untuk berolahraga sehingga ketahanan tubuhnya pun tidak terlalu kuat. Di usia yang belum genap 40 tahun, Allah memanggil Fery keharibaan-Nya.

Tiga bulan pertama, Ratih dan anak-anaknya bertahan dengan tabungan yang ada. Ibu muda yang penyabar ini mulai berpikir, tidak mungkin selamanya ia mengandalkan tabungan. 

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun