Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Artikel Utama

Puisi | Pukul Dua Pagi

7 Januari 2020   02:08 Diperbarui: 7 Januari 2020   20:52 464 39
Pukul dua pagi
Dan saya tidak tahu cara terbaik
Untuk berbaring
Barang sebentar memejamkan mata
Kelebat bayang-bayang,
Serangga terperangkap dalam
Lampu putih
Seperti mimpi, atau kalender dan jam
Dalam kepalamu
Yang meminta jatah libur

Kita terlalu sibuk
dengan kesepian
Dan kalimat pedas seorang atasan
Sementara saya kehabisan api
Untuk membakar bayang-bayang
Yang menyala di belakang lampu ini

Saya ingin hidup dalam mimpimu
Untuk menyakitimu
Yang megap-megap
Tak mampu meraih saya dalam
Kenyataan yang kejam
Dan bisa membunuh
Seumpama bocah kecil
Pada mainan baru
Yang tidak dibelikan ibunya

Lalu saya tertawa
Kamu diam saja di sudut ruangan itu
Yang sepi
Tanpa memeluk apa-apa
Selain pukul dua pagi
Memukul kepalamu
Agar tetap terjaga
Kadang-kadang berpikir untuk
Berhenti namun kamu bahagia
Melihat saya tersenyum
Kemudian kamu mengerti,
Kenapa saya tidak ingin berhenti

Tapi saya harus tidur
Agar tidak bangun kesiangan
Dan dimarahi oleh atasan
Saya akan menyentuhmu
Lain waktu jika kamu masih
memberi saya
Kesempatan

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun