Mohon tunggu...
KOMENTAR
Travel Story Pilihan

Menilai Kondisi Bandara Terkini di Indonesia

14 Agustus 2014   23:20 Diperbarui: 18 Juni 2015   03:31 220 0
Kebetulan di bulan ini, saya mendapat tugas dinas dari kantor untuk mengunjungi tiga kota di Indonesia sekaligus, yaitu Palembang, Pekanbaru dan Balikpapan. Sangat membanggakan, kondisi ke tiga bandara tersebut sudah sangat berubah, bersih, luas dan jauh dari kesan kumuh. Dibawah ini adalah catatan kecil dari perjalanan tersebut.

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang)

Bandara ini yang pertama kali saya kunjungi, pada saat kedatangan saya tidak merasakan kekurangan apapun, mencari taksi ke Plaju juga sangat mudah. Saya juga menikmati perjalanan yang mulus di kota Palembang, meski pagi hari itu kondisi lalu lintas sangat padat dan terkesan mulai tampak kemacetan disepanjang jalan, meski pembangunan jembatan layang sedang dikerjakan di beberapa titik kota.

Saya menangkap satu kondisi keamanan yang sebaiknya segera dibenahi, yaitu keberadaan sebuah lounge setelah pos pemeriksaan x-ray terakhir sebelum naik ke pesawat. Hampir di semua bandara yang pernah saya kunjungi, selalu menempatkan lounge sebelum pos pemeriksaan x-ray terakhir. Hal ini tentunya guna mencegah "penyelundupan" senjata / senjata tajam dari lounge ke penumpang pesawat. Memang setiap karyawan lounge juga harus melalui pos pemeriksaan x-ray sebelum masuk loungue, namun garpu masih merupakan "senjata" yang cukup tajam yang membahayakan bagi keamanan penerbangan.

Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru)

Bandara ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai salah satu bandara terbaik di tahun 2012, kondisinya masih bagus, rapi dan bersih. Sudah memiliki dua lounge yang cukup nyaman, bagi penumpang pesawat yang transit atau datang terlalu dini. Kerapian dalam pengaturan transportasi lanjutan seperti taksi cukup rapi dan dikelola oleh Puskopau.

Kelemahan utama untuk sebuah bandara internasional adalah masih seringnya pemadamam listrik, seharusnya sudah dilengkapi dengan genset yang memadai, agar tidak terjadi pemadaman meski dalam waktu sebentar.

Keunikan lainnya lagi, di bandara ini sangat banyak terjadi ketinggalan barang, baik tas, telepon genggam maupun bungkusan.

Mengamati kota Pekanbaru saat ini, kondisinya makin baik, tertata rapi, belum tampak kemacetan berarti.

Bandara New Sepinggan (Balikpapan)

Seharusnya nama bandara Sepinggan sudah tidak digunakan lagi untuk bandara baru ini, namun pro-kontra masih berlangsung, sehingga pemakaian nama Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman belum dirilis secara pasti. Bandara menggunakan lahan yang sangat luas, dan lahan parkir yang luas, sehingga tidak menyulitkan bagi para penjemput.

Bandara New Sepinggan mulai digunakan pada tanggal 22 Maret 2014, merupakan bandara dengan konsep baru yang menggabungkan konsep bandara dan mall, sehingga sebelum terbang ataupun setelah mendarat, penumpang pesawat dapat berbelanja atau makan enak di bandara. Karena konsep inilah, sehingga tidak diketemukan lounge yang nir bayar. Longue yang memasang daftar kartu kredit yang diterima-pun ternyata masih mengenakan biaya sebesar Rp. 90.000,- per penumpang.

Kota Balikpapan sendiri masih tergolong lancar, meski sudah mulai tampak sedikit kemacetan disana-sini, namun masih jauh lebih baik dibandingkan ibukota provinsi Kalimantan Timur (Samarinda) yang sangat terkenal dengan kemacetan parahnya. Seperti halnya kota-kota di Kalimantan, situasi paling parah adalah pemandangan sehari-hari antrean bahan bakar minyak yang mengular, baik pagi, siang maupun malam hari.

Demikianlah laporan pandangan mata sekilas bandara-bandara internasional terbaru di Indonesia, semoga membantu Anda yang sering bepergian ke luar kota. Saya masih penasaran dengan bandara lainnya seperti Kualanamu (Medan) dan New Ngurah Rai, bila ada kesempatan pasti akan saya kunjungi dan laporkan kondisinya.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun