Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Sadar dalam Alam Bawah Mimpi

11 Maret 2022   20:34 Diperbarui: 11 Maret 2022   20:48 219 10
Siapa sangka? Bahwa tidak ada manusia di dunia ini yang tidak pernah berada di alam bawah sadar ? Bila ia membeberkan hal tersebut 'tidak'! Ini sebuah lelucon.

Terlepas dari dunia nyata, bergegas ke alam mimpi, usai menutup mata sejenak terbaring dalam sebuah kereta yang mengeluarkan asap dari cerobong, dengan kebisingan yang nyaris seperti ngorok.

Berancang-ancang sesampainya disana, untuk mengawali seluruh sandiwara di tempat yang terlihat sangat indah, dikerumuni  oleh banyak orang.

Seseorang menyamperi saya, agak kaku untuk melihatnya, perlahan saya kedipkan mata, nampaknya ia seperti seseorang yang pernah menjadi bagian dalam hidup saya di dunia yang sebelumnya.

Ia tersenyum dan tidak berlagak, sembari memegang sebuah bola, terdapat pada bola itu bertuliskan "Mikasa". Saya pun membalas dengan senyuman, meskipun tanpa berjabat tangan, senyuman sudah menjadi sapaan yang akrab.

Sekejap ia membawaku ke sebuah Stadium yang tak kalah jauh, sepertinya Stadium itu tidak asing bagi saya.

Memang dia tahu, di seluruh dunia hanya satu stadium yang saya senang, terbilang menarik dari sebutan namanya, tidak salah lagi kalau itu adalah "Santiago Bernabeu".

Saya terdiam dan teruju pada apa yang ia perlihatkan, tanpa ada sedikitpun kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Saya mulai berpikir tentang perjalanan kami, apa tujuannya ? Kenapa harus dia megang bola ? Kenapa kita di Santiago Bernabeu ? Pertanyaan-pertanyaan ini mendominasi seluruh benak saya.

Seakan-akan, pada saat yang persamaan, nyaris membuat saya menyadarkan diri dalam keadaan tertidur.

Rasanya berada dalam alam ini, seperti ada kebersamaan di kehidupan sebelumnya yang pernah kita lalui. Fakta-fakta empiris sekeliling kami tak terluput dari kehidupan yang nyata.

Ketika mereka pergi meninggalkan sebuah "Janji". Janji yang pernah terucap semasa hidup di dunia, maka itu bukan akhir dari sebuah kehidupan, bukan juga akhir dari suatu alam semesta.

Sepertinya ada yang aneh, berada dalam kehidupan di tempat semacam ini, namun alam mimpi itu lebih indah, dan memang sangat indah daripada dunia nyata. Banyak orang yang mendahului kita kesini, dan pada akhirnya juga bersua dengan mereka.

Meskipun kita akan terbawa kembali ke dunia nyata, dan menjadikan kisah dalam mimpi sebagai imajinasi, tetapi sebenarnya hal itu menyenangkan. Bukankah itu merupakan sebuah destinasi yang tersembunyi di alam semesta?

Seumpama mimpi itu "Surga yang tidak nampak tapi dirasakan". Tidak serupa dengan dunia fana, yang tidak bisa memberikan apa-apa dan tak bisa tahu bagaimana rasanya hidup dan mati itu seperti apa?

Berawal dari dunia yang hanya di penuhi dengan tanda tanya (?) Dari dunia ini saya sadar akan "Janji Sepatu Bola", dia tercengang-cengang, ketika mengetahui pikiran saya, akan apa yang pernah saya ucapkan.

Sebenarnya, ia juga ingin menyadarkan diri saya, dengan bola Mikasa, mengajak saya ke Santiago Bernabeu. Supaya kamu harus sadar dimana 'Sepatu Bolanya'?

Ketika bangun dari tidur lelap, sering tersendu dan menangis, karena memang bukan nyata tapi sadar akan hal itu, bahwa memang sebuah keniscayaan yang mutlak.

Dia bukan siapa-siapa? Dia bukan orang yang asing dalam hidup saya. Dia adalah adik kandungku. Sebelum ia pergi meninggalkan dunia nyata, kami pernah bercakap bahkan janji pun pernah terucap untuk membeli dan menghadiahkan sebuah"Sepatu Bola".

Sayangnya, sebelum saya membeli sepatu bola itu, kami berpisah. Entah mengapa ? Ia pasti pergi ke dunia seberang sana untuk selamanya.

Walaupun kepergiannya meninggalkan banyak nostalgia. Akan tetapi, momen alam bawah sadar seperti ini adalah saat yang terbaik bagi kita untuk bersenda gurau.

Sering muncul dalam mimpi, barangkali ketika ia merasa tak ada teman cerita, teman bermain ataupun ketika ia merasa sepi. Mungkin alam bawah sadar satu-satunya menjadi tempat untuk melepaskan lelah dan kesialan.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun