Mohon tunggu...
KOMENTAR
Ilmu Sosbud

Analisa Moral dan Etika dalam Film Schindler's List

24 Juli 2022   16:53 Diperbarui: 24 Juli 2022   20:36 666 1
Oskar seorang Katolik, tetapi ia berbohong dan menyogok Nazi untuk mempekerjakan Yahudi di pabriknya. Bagaimana kalian menilai perbuatan Oskar secara etis?

Pada bagian awal film tersebut, dapat dikatakan nilai dari etika yang dimiliki atau digenggam oleh Oskar sebagai peran utama sangatlah kecil, yang mana dirinnya hanya memperdulikan kuntungan pabrik yang dibangun olehnya dengan memanfaatkan tenaga para kaum yahudi. 

Kaum yahudi sendiri yang terancam keselamatannya seolah tidak memiliki pilihan lain selain berusaha menjadi tenaga kerja paksa dari pabrik Oskar, hal tersebut dikarenakan 

Oskar Schindler yang menyuap para tentara Nazi dapat memebrikan sebuah perlindungan dalam bentuk pekerjaan, yang membuat para tentara jerman menganggap bahwa orang-orang yahudi tersebut masih layak untuk dibiarkan hidup. 

Nilai etika dari Oskar di awal film tak lebih dari etika hedonistik yang cenderung egois, yang mana dirinnya hanya berfokus pada kesenangan pribadi dengan nilai individual dan berusaha memanfaatkan orang lain melalui situasi yang terjadi pada saat itu. 

Hal tersebut juga menandakan sebuah sisi negatif dari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi saat konsep etika hedonistik diberlakukan dalam kehidupan sehari-hari mansia, yang mana sebuah kondisi egois dapat menjadi karakter utama dari masyarakat yang hanya memikirkan kesenangan dan keuntungan. 

Namun demikian seiring berjalannya waktu kesadaran Oskar pun perlahan berubah, hal tersebut dibarengi dengan pengalaman yang diterimannya secara langsung saat melihat kekejaman tentara Jerman terhadap para kaum yahudi. 

Tentara Jerman sendiri secara brutal membunuh sangat banyak orang-orang yang dianggap tidak layak untuk hidup, dan melalui fenomena tersebut Oskar sadar akan nilai dari kemanusiaan yang tentunya jauh lebih penting dari materi dan jenis kehidupan hedonis yang dijalaninya. 

Oskar Schindler kemudian memilih untuk membeli orang-orang Yahudi yang dimasukan dalam daftar yang telah ditentukan, yang mana orang-orang tersebut akan dibawa pergi untuk membantunya membangun pabrik di kampung halamannya. 

Meskipun kegiatan membeli seseorang dapat dikatakan melanggar etika, namun hal tersebut terpaksa dilakukan oleh Oskar Schindler agar dapat menyelamatkan kaum yahudi, oleh sebab itu pada tahap akhir film ini dapat dikatakan bahwa Oskar Schindler telah melakukan sebuah tindakan yang sesuai dengan etika, khususnya etika kebajikan, yang mana nilai-nilai dari sebuah tindakan kebaikan dijadikan dasar dari tindakan yang dilakukan olehnya -meskipun harus melanggar beberapa nilai lain.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun