Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Lahirnya Seorang Jenius

14 April 2016   06:53 Diperbarui: 14 April 2016   07:17 44 1
Hari itu sejak pagi langit diliputi awan kelabu, mendung. Sepertinya akan turun hujan. Namun, sampai hari menjelang petang, hujan tak kunjung datang. Sudah terbayang, apa yang dirasakan orang-orang. Yah… kepanasan… bagaikan tinggal di gurun nan gersang. Orang-orang pun serasa hendak telanjang. Mereka pun memilih untuk duduk-duduk di depan rumah menikmati hembusan angin sepoi-sepoi, meski dianya seperti malas-masalasan memberikan kesejukan kepada para manusia. Seolah dia berkata, “Silahkan nikmati keadaan alam yang sudah tak bersahabat lagi. Ini semua karena ulah kalian sendiri. Menggunduli hutan seenak hati. Membangun gedung beradu tinggi. Penghijauan pun tak dipedulikan lagi”.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun