Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik Pilihan

Kudeta Merangkak Soeharto dan Tumpulnya Wasiat Sukarno

5 Juli 2020   13:08 Diperbarui: 5 Juli 2020   13:07 1144 18
lidah rakyat, bapak pendiri bangsa, bapak proklamator dan segudang julukan apapun yang sipatnya apresiatif rasanya pantas dan sah-sah saja kita sematkan terhadap Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Sukarno.

Segala "embel-embel" nama julukan terhadap Bung Karno, begitu sapaan akrabnya, tentu tidak serta merta hanya bentuk pujian tak bermakna. Ada kisah dan sejarah yang kadang harus ditebus dengan darah dan pengorbanan tanpa batas.

Perjuangan Bung Karno untuk rakyat, bangsa dan negara Indonesia tidak dimulai saat dirinya didaulat sebagai presiden pertama RI, melainkan telah diawali sejak beliau muda.

Ya, karena jiwa patriotismenya yang begitu tinggi untuk menentang segala bentuk penjajahan Belanda, beliau kerap dan bahkan harus akrab dengan bilik penjara dan pengasingan.

Namun semua itu tidak pernah membuatnya kapok. Sebaliknya membuat jiwanya kian terbakar untuk dapat membebaskan bangsa dan negara dari belenggu penjajahan Belanda.

Singkat cerita, pada 17 Agustus 1945, kala penjajahan telah beralih ke Negara Jepang yang berhasil memukur mundur Belanda pada tahun 1942, Bung Karno yang tentu bersama segenap perjuangan rakyat Indonesia berhasil memproklamirkan diri sebagai bangsa dan negara yang merdeka.

Bersama Bung Hatta, Putra Sang Fajar ini membacakan teks proklamasi sebagai tanda bahwa Indonesia telah merdeka, di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta Pusat.

Sukarno Jadi Presiden hingga Gestapu

Pasca kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, keesokan harinya babak baru Sukarno dimulai. Tepat tanggal 18 Agustus di tahun yang sama, Singa Podium tersebut diangkat jadi presiden yang didampingi Bung Hatta sebagai wakilnya.

Dari situlah Bung Karno mulai merumuskan segala sesuatunya yang dipandang perlu demi kelancarannya mengemban amanah sebagai penguasa. Salah satunya lahirlah dasar negara, yaitu Pancasila. Saat ini isu Pancasila ini tengah memanas gara-gara adanya wacana pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) oleh DPR.

Tahun demi tahun, pemerintahan Sukarno terus berjalan. Tidak ada kata mudah selama beliau berkuasa.

Ditengah segala keterbatasan yang ada, pemerintahan Sukarno hampir selalu dihadapkan pada masalah-masalah pelik, termasuk pemberontakan yang terjadi dimana-mana yang berniat menggulingkan kekuasannya. Tapi, semua itu berhasil dia lewati dengan baik.

Sampai akhirnya, terjadilah Pengkhinatan Gerakan 30 September yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia. Pemberontakan ini akhirnya dikenal dengan sebutan Pengkhianatan G 30 S PKI atau Gestapu.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun