Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Ingatanku Berulang

22 Desember 2019   00:00 Diperbarui: 22 Desember 2019   00:07 117 3
Kepada semesta yang mengundangku dengan rayuan, terhimpun sebuah kenangan yang berembus bersama angin. Telah kutengadahkan kepalaku di bawah langit, kurapal doa dengan sayup-sayup tangis, haru, dan bahagia. Oh, Cinta, mengapa mesti kita berjumpa, kita tercipta. Bagai ambisi yang tak bisa dinyana, penolakanku tentang hari tua tak mesti tersampaikan. Kecantikan alam dan obyek keindahan saat ku pertama kali membuka mata, begitu tenang dalam pelukmu. Terlintas sekejap; stratum hermeneutika atas ekses kebahagiaan dan batas teleologis hanya mempertajam kegelisahanku terhadap waktu. Aku teringat pada lampu gemerlap; kau kasihkan belaian jari manismu di pipiku, kau cium aroma murniku dengan cintamu, kau peluk aku sebagai manusia yang baru. Kau biarkan jantungku berdetak, kau biarkan jiwaku bergejolak, kau biarkan aku tumbuh dengan giat.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun