Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Senja di Ceremai

10 Juli 2016   12:23 Diperbarui: 10 Juli 2016   12:33 137 1
Di ujung senja
 Berdiri kokoh Ciremai menyapa
 Menanti mentari tenggelam tanda puasa usai

 menyambut tarawih terakhir tanpa bunyi sendal dan senda gurau
 Sepi mengitari

 Episode akan berlalu
 Kelopak mataku masih mengenang sapaan senja
 Bergema adzan memanggil riuh ramai
 Berlomba merapikan sajadah seraya sibuk berceloteh

 Tentang mukena baru atau baju lebaran yang diimpikan
 Lembaran biru yang diberikan

 Di ujung senja
 Bulan mulia akan menghilang
 Tak ada lagi ribuan pahala
 Menambah getar-getar rindu

 Di ujung senja
 Berbeda masa nan tetap indah memperbarui hati dan introspeksi diri
 Ibu  nun jauh sekarang mendekat
 tetap didekap

 Senyum cerah atas genggaman bekal perjalanan dunia
 Ataukah hanya tersisa kerutan dahi jua bibir cemberut nan keriput
 Tanyakan kejujuran nurani
 Cinta akhirat ataukah takut mati
 Menapaki episode senja bahagia ataukah galau diri
 Duhai Sang Maha Pemilik Jiwa
 Curahilah hidayah di segala masa dalam perjalanan kami
 Berkahilah episode senja mulia akhir ramadhan ini
 Berharap putih suci kian bermakna

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun