Mohon tunggu...
KOMENTAR
Drama

Cinta Sunny (3)

26 Desember 2011   10:02 Diperbarui: 25 Juni 2015   21:44 184 1
Sebelumnya..... "Andre atau Achong? Dan apakah aku benar - benar sudah tidak meresahkan masa laluku lagi? Atau memang aku hanya trauma dan belum siap menjalani hubungan pribadi lagi? Tapi aku menyayangi kedua pria itu… aku menetap di dua hati.. aku harus memilih…" [caption id="attachment_151894" align="aligncenter" width="300" caption="Scrap by me"][/caption] Kulirik jam besar yang ada di ruangan kantorku, jam 8 malam.. aku langsung membereskan mejaku untuk segera pulang ke rumah... dan tiba - tiba... " Mr know it all.. Well ya think you know it all But ya don't know a thing at all .. Ain't it something y'all When somebody tells you something bout you Think that they know you more than you do So you take it down another pill to swallow Mr bring me down.. Well ya like to bring me down don't ya.." (Kelly Clarkson - Mr. Know it all) Ponselku berbunyi.. tapi ringtone ini... ringtone yang tidak pernah lagi kudengar... Tanganku bergetar saat melihat benar - benar siapa yang menghubungiku.. James!! Tidak mungkin James menghubungiku lagi.. Tanganku bergetar.. jantungku berdegup cepat sekali... aku tidak akan mengangkatnya.. tidak akan! Ponselku berdering lagi... James kembali menghubungiku.. dengan sepenuh hati aku berusaha untuk membiarkannya dan membuatnya berpikir kalau aku tidak mau berhubungan lagi dengannya.  Saat aku sudah berada di dalam Taxi, ponselku kembali berbunyi, kali ini nada sms yang memang aku khususkan untuknya.. "udah gak mau angkat telpon dariku?" isi sms dari James Seketika aku merasakan udara di sekitarku dingin.. tetapi hawa panas menjalar dalam tubuhku.. aku menarik nafas dan nafasku tercekat di tenggorokan, lalu kembali menyimpan ponselku di tas. Setelah aku sampai dirumah, aku kaget karena ada sebuah mobil karimun gold yang diparkir di depan rumahku, B 1111 MW, jelas sekali mobil ini milik James. Aku menarik nafas dan membuangnya perlahan sambil berucap "bismillah.." dan membuka pintu taxi. Jamespun keluar dari mobilnya. Aku tersenyum kikuk padanya.. sambil menunduk, aku terpaku di tempatku berdiri dan perlahan mendekatinya, akupun memulai pembicaraan Aku sambil menjulurkan tanganku : "Hi bang, apa kabar?" James menjabat tanganku : "Baik.." jawabnya terdengar kikuk Kami berdua terdiam sesaat di depan rumah.. Aku : "Mmm.. Masuk aja yuk bang.. gak enak diluar sini.. diliatin tetanggga.." Aku mempersilakan James masuk dan menungguku di ruang tamu sementara aku ke kamar untuk menyimpan tas dan membawakannya minum. Jujur saja, aku masih kaget karena tiba - tiba.. mantan calon suamiku itu tiba - tiba menghubungiku.. setelah hampir sebulan setengah ini hilang komunikasi.. dan dengan tiba - tibanya dia ada di depan rumahku.. ada apa lagi ini? aku sudah tidak menyentuh hubungan mereka lagi.. untuk apa dia menghubungiku? terakhir aku dihubungi hanya untuk di tanyakan banyak hal tentang percakapanku dengan kekasih barunya dan dia menyatakan bahwa dia sedang bersedih dan dia akan pergi ke New Zealand akhir bulan ini.. apakah dia mengunjungiku untuk pamit? ........ Pikirku. Aku : "Ini kopinya bang.. silakan di minum" James : "Makasih.. masih inget aja kopi aku.."  sambil menyeruput kopinya Aku : "kebetulan ada stock.." aku masih tidak berani menatap mukanya James :"ooh... Tadi sibuk ya?" Aku : "Iya, maaf teleponnya gak keangkat.." ..........................sial..! kenapa aku harus bohong? James : "udah gak mau angkat telpon aku ya?" Aku : "mmm.. aku cuma trauma dan gak mau terlibat masalah yang udah lalu lagi bang.. maaf ya.." James : "Maaf aku tiba - tiba dateng kesini.. ada yang mau aku omongin.." Aku : "oh.. tentang pacar abang?" James : "Iya.. tentang kami..." Aku beranikan menatap mukanya : "kenapa?" James : "Kamu.." Langsung kupotong sebelum dia melanjutkan : "Sunny bang, namaku Sunny.. bukan kamu.." menegaskannya dengan lembut. Kami berdua terdiam.. mungkin James kaget dengan reaksiku. Saat kami masih bersama, dia memanggilku Dinda, katanya panggilan sayangnya itu melebihi panggilan sayang apapun untukku, cinta sejatinya. Tapi setelah kami berpisah, tak ada nama panggilan apapun untukku, jadi kalau dia memanggilku, hanya dengan kata 'kamu', aku benci mendengarnya, kenapa tidak memanggil namaku saja, Sunny. James : "iya Sunny, maaf.." Aku : "Iya bang, nevermind.." tersenyum "ada apa bang?"  lanjutku James : "Kamu berubah yah.."..... aku merasa dia menatapku.. shiiitt!! don't do that!!.. batinku Aku : "Iya aku udah berubah.." James : "Kamu lebih terlihat ceria dan bahagia sekarang, dibandingkan 2 bulan kemarin.." Aku : "Life must go on bang... " aku tersenyum "hmm.. Oke, ada apa nih?" James : "oh iya Sunny, aku mau antarkan ini.." sambil menyerahkan sebuah amplop.. Aku menerimanya.. ini undangan pernikahan.. aku terkaget.. Kubuka undangan itu.. Ada foto James dan seorang wanita memakai kebaya.. terlihat anggun.. oh.. seperti inikah rupa Farah? Oh.. jadi ini nama aslinya?............. batinku Aku : "Cie.. udah keluar aja nih undangannya.. baru pacaran 6 bulan kan ya bang.." sambil kutelan ludahku James tersipu : "Iya, kalau jodoh gak kemana.." Aku : "Alhamdulillah.. semoga langgeng ya bang.. jaga semuanya ya.." James : "Amin.. makasih ya Sunny.. kamu dateng ya nanti.." Aku : "Insya Allalh.. tapi.. kalau dilihat tanggalnya.. sepertinya aku gak bisa bang.." James : "kenapa?" Aku : "aku berangkat ke Denmark tanggal 3 Januari dan balik ke indonesia tanggal 10 Januari.." James : "Nengokin Andre ya?" Aku  kaget : "Hehe.. Iya, di undang dateng kesana.." James : "Mau dikenalin ke orang tuanya ya?" Aku : "Ya gitu deh.. hehe.. udah ah maluuu..." James : "hahahaha... merah tuh muka kamu... ternyata kamu masih sama lucunya.." Aku hanya tertawa.. di barengi ketawanya.. Aku  : "Selamat ya Bang.." James : "Makasih Sunny, kapan nyusul nih?" Akupun tersenyum.... : "Nanti lah.. aku masih belum siap bang.. aku masih trauma.. " nadaku merendah "lagipula aku sedang benar - benar menikmati masa tanpa ikatan.. hehe.." sambungku.. James pun terdiam beberapa saat dan : "Maaf ya bikin kamu trauma untuk memulai yang baru, tapi ini sudah 6 bulan dinda.." Aku tersentak : "Dinda?" James : "Aduuh.. Mmm.. maksudnya.. Sunny.." Aku hanya tersenyum.. James pun tersenyum.. kami sama - sama tertunduk malu.. dan kembali kikuk... terdiam beberapa saat. Aku : "Aku belum siap bang, belum berani mempercayakan hati aku lagi untuk dititipkan pada seorang pria, aku masih bingung memilih.. tapi aku pasti akan nyusul nanti..  Aku memang ingin menikah, tetapi menikah bukan suatu hal yang perlu diburu - buru.. semuanya butuh persiapan, terutama perasaan, aku Cuma lagi menjaga hati aku aja, jangan sampai ada lubang lagi di hati aku ini, cukup 2 saja.. lagi pula yang namanya perasaan itu bukan baju yang ada di toko swalayan.. bisa dicoba - coba dan gak jadi dipilih kalo gak cocok.. itu semua tentang kenyaman, kepercayaan dan komitmen.." Lalu kami berdua kembali terdiam. Akupun melanjutkan : "Aku  dan anik - anik ucapkan selamat menempuh hidup baru untuk kalian berdua, tapi kayaknya yah.. aku gak bisa dateng karena aku punya keperluan pribadi.. semoga kalian langgeng dan selalu berbahagia.. aku dateng atau nggak.. acara pasti tetep meriah kok bang.. oya, Cuma 1 pesen aku sama abang... " James : "nasi goreng?"......................................ternyata selera humornya masih ada.. Aku : "iihh abang maaah.. seriuuuusss.." kusenggol tangannya dengan tanganku.. huh ternyata kebiasaan lama pun belum bisa hilang.. James : "hahaha... iya.. apa pesennya?" Aku : "becareful of what you are saying.. (hati - hati dengan ucapan kamu) karena semua manusia akan diuji ucapannya oleh Allah.. itu aja.." James terdiam.. aku juga terdiam.. mungkin pikiran kami masing - masing kembali ke masa lalu.. ke masa dimana ucapan kami benar - benar di uji oleh Allah, itulah yang membuat kami 1.5 bulan kebelakang ini tidak ada komunikasi. kami kembali menyeruput minuman masing - masing.. Sampai akhirnya James : "Sunny, aku minta maaf atas semua yang pernah aku lakukan sama kamu.. aku tidak bermaksud begitu.." Aku memotong : "Ssstt.. sudah bang.. yang lalu.. biarin aja deh.. aku sudah maafkan abang dan Farah... udah aja.. abang berbahagialah dengan pilihan abang, abang akan menikah 3 minggu lagi.. jadi udahlah.. aku sudah memaafkan abang kok.. anik - anik juga.." James hanya tertunduk  : "Makasih ya.. sampein makasih juga buat anik-anik" Aku : "sama - sama.. " sambil tersenyum Kami berdua terdiam, aku dan James bersamaan melirik jam yang bertengger di ruang tamuku, 11.30 malam.. buru - buru  James menghabiskan kopinya, dia pamit pulang. James : "Maaf ya udah ganggu kamu.." Aku : "Iya.. gpp bang.. hati - hati dijalan.." James : "iya.." sambil membuka pintu mobilnya Dan tiba - tiba dia memelukku.. Aku terkaget.. jantungku benar - benar berdetak sangat kencang saat itu James berbisik : "Sunny, thank you for everything, i'm trully sorry for everything that i have done to you.. (Sunny, terima kasih untuk segalanya, aku benar - benar minta maaf atas semua yang sudah aku lakukan kepada kamu).. kamu terlihat sangat dewasa sekarang.. terlihat sangat mandiri.. kamu.. makin cantik.. aku yakin.. pria yang mendapatkan kamu pasti sangat beruntung.. seperti aku dulu.. aku beruntung pernah memiliki kamu.." Tak terasa mataku panas.. aku menitikkan air mataku di dadanya.. akupun merasakan setitik air mata hangat di rambutku... tangankupun tak kuasa melingkarkan diri di pinggangnya.. "Terima kasih  juga atas semuanya bang.. selamat berbahagia.." ucapku sendu Kami melepaskan pelukan kami berdua... Aku merasa kami berdua menyadari bahwa itu adalah pelukan perpisahan kami.. pelukan terakhir kami.. James akan pergi dengan wanita pilihannya.. dan akupun akan pergi dari Jakarta, kota yang penuh dengan kenangan, setidaknya hampir 4 tahun ini. James masuk ke mobilnya dan perlahan Karimun Gold itu hilang dari penglihatanku. Aku kembali masuk ke dalam rumah. Ku usap titikan air mataku yang tersisa di pipiku.. dan Ku langsung membereskan yang berantakan dan pergi mandi. Saat aku bersiap tidur, tiba - tiba ada sms masuk dari James, "When i told you that you're pretty, i really meant it.. thank you.." Aku tidak membalas smsnya.. aku hanya tersenyum dan mencoba menutup mataku... Ternyata aku tidak memiliki keresahan apapun tentang masa laluku.. benar - benar sudah merelakannya dengan orang lain.. alasanku untuk belum memulai hubungan baru dengan orang lain karena aku belum siap lagi tersakiti nantinya.. tapi akupun memang harus memilih.. aku sudah siap untuk benar - benar mengenal Achong dan Andre lebih jauh..!! Ganbatte Ne..!!

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun