Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Puisi: Meong

19 Februari 2021   21:00 Diperbarui: 19 Februari 2021   21:03 129 18

Meoong,
Suaramu mengiba kecil, matamu kecil, telingamu dan kakimu masih kecil, ibumu di mana

Meooong,
Kau pasti dingin, ayahmu di mana, yuk masuk kerdus sini, ich jangan sentuh aku geli bulumu, tapi kasihan, sebentar kuambilkan susu hangat milik adik, ini selimut bekas tapi semoga cukup hangat, aku cuma punya ikan asin, kubuang durinya ya

Meooong,
Kenapa kau menangis terus ayo makan
Dan tidurlah

Malam kian dingin lampu mati, meong terdiam, sampai pagi
Kubuka selimut meong, diam tak bergerak, hembus napas terhenti

Meooong!
Sekarang aku yang teriak histeris

Bukit Nuris, 2021

KEMBALI KE ARTIKEL