Mohon tunggu...
KOMENTAR
Catatan

Bertajuk Perubahan (III)

7 April 2015   08:30 Diperbarui: 17 Juni 2015   08:26 25 0

“Ketika semua yang direncanakan berbalik menjadi sebuah bencana tentu air mata bukan pilihan

tapi hanya simbol kekecewaan linier yang sederhana.,” Menyebalkan bila harus berakting tegar.,

lebih baik menutup telinga dan memejamkan mata sembari merebah., berharap ini mimpi buruk.,

dan ketika esok terbangun semua masih baik-baik saja.,*** Dulu sewaktu sibuk dengan skripsiku

dan segala under pressure rekan satu tim dan rasa tak lezat dunia lainnya  tidak terlalu membuatku terbebani.,

Aku masih punya someone special yang selalu menjadi pelipur lara dan menjadi tempat berbagi di segala sisi

hidupku,. Bukankah menyenangkan ketika dapat membagi sulit dengan orang yang senantiasa menjadi

sandaran hati., Meskipun kami sering adu argument dan terlihat tidak pernah akur tapi kami nyaman dengan

segala perbedaan kami., Mengejutkan dan tak pernah terbayangkan ketika orang yang terlihat sederhana

dan apa adanya seperti dia adalah dokter muda yang sedang co-ass., Aku jauh lebih suka ketika tau kalau

dia cuma orang sederhana yang apa adanya., tapi fakta dan realita tak mampu diubah., Awalnya bukan

masalah besar sih., Kami menjalaninya dengan nyaman dan kemudian dia memutuskan untuk melanjutkan

mimpinya menjadi spesialis di negeri seberang. Dalam perjalanan hubungan kami, masalah yang dulunya

diabaikan malah menjadi bola api yang kian hari kian membesar siap membakar kenyamanan kami.,

Kasat mata dipermukaan tidak ada kasta antara kami., namun tak semudah membalikkan laptop.,

status pendidikan,. prestige and bla..//bla..//bla akan tetap tersirat., Mudahnya ketika hanya

status pendidikan yang sedikit dipentingkan karena sesuatu dan bebagai hal dan kemudian

aku juga melanjutkan Pasca Sarjana untuk menyeimbangkan situasi yang tak lezat itu.,

Tidak beruntungnya disaat aku melanjutkan Pasca Sarjana justru menjadikan suasana

menjadi horor karena someone special-ku malah beragument kalau aku S2 artinya dia

harus masuk S3 sebelum aku tamat S2., Setelah itu suasananya sudah tidak kondusif lagi,.

tidak ada ketentraman., tidak ada kenyamanan lagi., aku merasa dianggap saingan tingkat dewa

oleh seseorang yang selalu membuatku bisa tersenyum kala sulitku yang menjadikan lebih sulit (lagi).

Entah kebetulan atau tidak kejadiannya beriring dengan berakhirnya hubungan si canti Aca,.

epidemi virus retaknya mereka seperti jangkit dalam hubungan kami.,

Waktu itu hampir depresi dibuatnya., Kekehnya kami tetap keras kepala mempertahankan hubungan

dengan segala keegoisan masing-masing., Namun namanya manusia ada batas jenuh untuk bertahan

di antara tidak ketentraman dan polemik ketidak nyamanan., Hanya mampu bertahan tiga tahun

lebih beberapa bulan saja setelah dilanda konflik dan long distance akhirnya kami sepakat untuk

berjalan masing-masing.,  meski sudah banyak sekali rencana yang kemudian seolah menjadi

memey gazebo (gazelasbo’) nan rebing (retok=rusah*dialekpalembang bingit)., Gema kicauan

sumbang mengudarakan nada ketir., “dan aku tidak perduli lagi., aku mau hidup seribu

tahun lagi” haha (Anwar,Khairil. 1945) Sisuka hatilha ya mau bilang apa.,

“Bukankah hidup ini tidak ada yang selalu mulus sesuai dengan rencana.,

Apa mereka tidak pernah gagal dalam hidupnya., Jika hal sama terjadi pada mereka mungkin

mereka bisa lebih sopan,.” (gumamku dalam hati)., Terlepas dari segalanya biarlah.,

“Hati orang siapa yang tau.,” Hanya yang taulha yang berhak tau., sama halnya

dengan rahasia takdir., seperti ada tirai yang menabirkan hikmah atas segala yang terjadi.,

Sang waktu yang menjawab semua tentang ini dan itu., Aku merasa sekarang  jauh lebih

baik dari dua tahun yang lalu.,  Meskipun aku masih sendiri alias jomblo tapi aku merasa

nyaman sekarang., Aku masih punya sahabat sebaik Aca dan Han.,

Punya teman yang solid disekelilingku., yang terpenting aku punya keluarga yang powerfull

dalam pemberian support., Terima Kasih semua., Kalian Kesayanganku., Ganbarimasu’.^).,

Aku hanya butuh waktu untuk menghela nafas., Agar aku tak salah.,

Dalam memilih langkah., (lagi) Maaf membuat kalian khawatir., Percayalah I’m fine.,

Dan bila waktunya tiba., Aku percaya aku akan menemukan., Seseorang yang membuatku nyaman.,

Sang penentram hati.,*Terlihat sederhana tapi sulit diketemukan., hehe., (aaaammmmiiiinnn)

Satu pintaku #mohondoadarisemuanya Dan terima kasih atas kekhawatiran serta apapun

bentuk apresiasinya., Tararengqiu., Thanks,. Arigato.,

Sumber : http://untitledbyrathie.blogspot.com/2015/03/dibalik-tabir_31.html#more

KEMBALI KE ARTIKEL