Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Monolog Hati | Untuk Candu

31 Mei 2020   09:45 Diperbarui: 31 Mei 2020   10:43 21 3

Hai, Tuan.

Untuk candu tentangmu yang tak lagi bisa terkira, kusisipkan gema dalam ruang yang seumpama harap namun tak kunjung bersama.

Kau tahu?
Inginku lebih dari anganmu.
Meskipun laut nampak semerawut menjadikan berbagai hal kalut.
Tapi untuk menjadikan kita terpaut, aku tak pernah takut.

Yakinku lebih dari dinginmu.
Singgung tak diinginkan, temu yang tak diharapkan, menumbuhkan alibi-alibi berdasar candu tak disadari.

Candu, terlalu sulit dimengerti, rancu.
Bahkan debu dari bekas perapian pun tak larut pahami sang aku.

Intinya, aku menginginimu lebih dari tetesan hujan.
Tapi yang kulakukan hanya menyimpan detaknya diam-diam sendirian.

Seolah aku tak benar punya rasa,
Seolah aku tak pernah cinta,
Seolah aku baik-baik saja melihatmu bahagia dengan dia.

KEMBALI KE ARTIKEL