Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora

Motif, karena Kopi dan Sianida

10 Februari 2016   23:15 Diperbarui: 11 Februari 2016   00:04 42 0
Kasus kopi sianida-nya Mirna, singkat cerita mengingatkan aku ketika berteater di SMA. Bukan karena kopi, sianida atau pertemanan di Australi.
Tapi mengenai "motif".  Seluruh gestur dan perpindahan tubuh  yang dilakukan seorang aktor, selain merupakan visualisasi dari kegiatan yang sedang dilakukan, juga harus mempunyai "motif".
Ketika seorang aktor bergerak pindah tanpa ada motif yang mendasarinya, berati pergerakannya itu hampa, tanpa makna dan hambar.
Karena begitulah kehidupan. Seluruh kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh manusia yang memerankan perannya masing-masing, entah sebagai anak, ibu, tentara, mahasiswa dan lainnya, tentu memiliki motif.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun