Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Purnama Kontemplasi

8 Juli 2020   19:00 Diperbarui: 8 Juli 2020   18:53 126 40

Seperti biasa
malam yang dingin jatuh di atas sabana
tapi kali ini tanpa siulan angin.

Embun yang jatuh dari daun palem
menyapa tanpa kata
kunang-kunang di atas dandelion.
Belalang sembah sejenak berhenti menghitung bintang-bintang di langit yang bersih
dan di antara dahan pinus laba-laba berhenti menenun.

Semua penghuni padang sedang mendengarkan keheningan
seperti purnama yang hanyut dalam kontemplasi.

Memang ada masanya roda bumi berhenti berputar
sejenak
membiarkan semesta mengecupnya dalam diam
membiarkan keabadian dan kefanaan bertemu dalam hening.

Sampai purnama menyelesaikan kontemplasinya.
 
Saat itu matahari telah menunggu di awal hari
dan seperti biasa
pagi yang hangat penuh semangat
membuka selimut mimpi penghuni sabana.

KEMBALI KE ARTIKEL