Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Nalar..

8 Oktober 2010   03:48 Diperbarui: 26 Juni 2015   12:37 42 0
menjalar aku pada tiang -tiang kesadaranku..

mencoba meraih puing logikaku ... terjatuh dan sirna..

curam- mata hati memandang jauh kebawah

diantara jutaan binatang pemakan bangkai di tukik lambung jiwanya..

suram .. wajah nafsu meleletkan lidah munafiknya .. kemana engkau desisnya..

getar jemari mencengkeram tanah basah ..

agar tak jatuh-tak meluncur tubuh kecuram tebing kearifan ..

aku tak mau jatuhh !

masih segumpal darah dan sehela nafas..

sedegub hidup diantara keriuhan yang kosong..

menatap pelangi asa yang siap pudar ketika matahari pergi..

aku benci panasnya .. aku hanya butuh terangnya..

ceracauku.. pada matahari .. ketika rembulan tiba kusangka itu cahayanya...

melambai lembut memasuki ruang sepi dibilik jiwaku..

temarammu menghangatkanku..pikirku

cahayamu membuai nalarku ... pikirku

tanpa ku tahu .. cahayamu bukan milikmu...

aku kehilangan kamu.. aku jatuh..

pucat pasiku.. mendesis putus asa..

dimana .. nalarku...

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun