Mohon tunggu...
KOMENTAR
Catatan

Kobar

7 Januari 2015   15:17 Diperbarui: 17 Juni 2015   13:38 31 2

Entah dorongan apa, malam ini Kobar memutuskan untuk menghabiskan waktu di Titik Nol, hingga fajar menyapa dunia. Titik Nol, dinilaianya tempat yang tepat sebagai pelarian dari kejenuhan rutininitas yang mendera dalam ruangan dengan layar-layar monitor guna mengarungi segenap penjuru dunia, kendati fisik tak banyak bergerak ke mana-mana. Hanya jemari terus bermain, dengan jendela-jendela yang terbuka, diantaranya adalah ruang sosial untuk bersapa, berkenalan, bercanda, dengan kata-kata yang tertulis dan sesekali bercakap dengan memandang lawan bicara dengan latar belakang ruang terbatas pula. Bertahun. Bertahun-tahun. Menjadi nyata. Padahal tanpa tersadari telah memenjara sehingga lepas dari realita sesungguhnya. Ah, tampaknya kalimat ini tidak begitu tepat. Bukankah dunia dalam layar monitor telah menjadi realita sesungguhnya? Sentuhan segenap pancaindera secara langsung, barangkali itu yang terhilang.

KEMBALI KE ARTIKEL